press enter to search

Sabtu, 23/11/2019 02:53 WIB

Kawasan Puncak Hujan Deras, Status Bendung Katulampa Bogor Siaga 3

Redaksi | Selasa, 08/10/2019 22:20 WIB
Kawasan Puncak Hujan Deras, Status Bendung Katulampa Bogor Siaga 3 Bendung Katulampa Bogor. (ist)

BOGOR (Aksi.id) - Hujan deras mengguyur kawasan Puncak, Bogor, pada Selasa (8/10) sore. Akibatnya, debit air Sungai Ciliwung meningkat.‎ Bendung Katulampa menetapkan debit air Sungai Ciliwung pada level status Siaga 3, atau naik satu tingkat di atas normal (Siaga 4).

"Ketinggian air saat ini 150 centimeter, status ‎Siaga 3," kata petugas jaga Bendung Katulampa Bogor, Andi Sudirman, ditemui di Bendung  Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa (8/10) malam.

Andi menyebut peningkatan tinggi muka air sungai Ciliwung terjadi sejak pukul 18.00 WIB. Pada saat itu ketinggiannya sudah mencapai 70 centimeter dan berstatus Siaga 4. Sejak itu, kata Andi, debit Sungai Ciliwung terus meningkat dengan cepat.

"Setiap menit naik. Dari ketinggian nol langsung naik ke 70 centimeter pukul 18.00 WIB. Sekarang langsung naik ke 150 centimeter, status siaga 3 banjir," kata Andi.

Andi menyebut, kenaikan debit air Sungai Ciliwung saat ini kali pertama terjadi sejak enam bulan lalu, atau April 2019. Musim kemarau membuat debit air Sungai Ciliwung menyusut. Bahkan, debit air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa sempat mencapai titik terendah di angka 1.200 liter per detik di Bulan Juni.

"Jadi ini memang yang pertama naik (debit air Sungai Ciliwung) sejak bulan April lalu, sudah enam bulan berarti," kata Andi saat berbincang di pos pantau Bendung Katulampa.

Andi berharap, masyarakat yang tinggal di kawasan hilir Sungai Ciliwung seperti Jakarta agar tetap waspada dengan dampak luapan air Sungai Ciliwung. Karena menurutnya, debit air yang meluap juga akan mengangkut sampah hingga ke hilir alias Jakarta.

Pada Selasa (8/10) malam, sejumlah wilayah di Jakarta, termasuk Bekasi juga diguyur hujan dengan intensitas cukup deras. Belum dilaporkan adanya genangan hingga pukul 20:47 WIB. Warga gembira, karena sudah berbulan-bulan kekeringan. Alhamdulillah! (ds/sumber kumparan)


Artikel Terkait :

-