press enter to search

Minggu, 20/10/2019 11:37 WIB

Rayakan Ultah Main di Embung, 2 Mahasiswa UIN Lampung Tewas Tenggelam

Redaksi | Rabu, 09/10/2019 16:57 WIB
Rayakan Ultah Main di Embung,  2 Mahasiswa UIN Lampung Tewas Tenggelam Embung tempat Mahasiswa UIN Lampung tewas tenggelam. (ist)

LAMPUNG (Aksi.id) - Dua mahasiswa UIN Raden Intan Lampung meninggal dunia karena tenggelam di embung (kolam) belakang Fakultas Tarbiyah. Dua korban Azrul Amin (18) dan Ikbal Firmansyah (18) dari Fakultas Tarbiyah Jurusan Matematika.

Korban Azrul tenggelam karena ingin mengambil sepatu korban yang dilemparkan ke embung oleh korban Ikbal. Kemudian, korban Ikbal tenggelam karena ingin membantu korban Azrul namun mereka berdua tidak keluar lagi dari embung tersebut.

"Iya benar kami dapat informasi ada dua mahasiswa tenggelam. Informasinya satu yang tenggelam tapi temannya ikutan nolong, tapi ikut tenggelam juga," kata Humas Basarnas Lampung, Deni Kurniawan.

Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Raden Intan Lampung Prof Wan Jamaluddin, Z, Ph.D menuturkan pihaknya sedang mengumpulkan saksi terkait kejadian tersebut.

"Informasi yang kita dapat dari saksi bahwa salah satu mahasiswa yang meninggal tenggelam tersebut ada yang ulang tahun hari ini dan mereka bermain-main di embung," jelas dia.

Tim Inafis Polresta Bandarlampung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) atas kematian dua mahasiswa tersebut. Mereka juga mengidentifikasi tepian embung dimana dua korban yang tenggelam bersama ketiga kawannya berada di tempat itu sebelum kejadian.

Diketahui embung tersebut berkedalaman sekitar lima meter.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung, Kompol Rosef Efendi mengaku belum menerima laporan dari keluarga korban terkait kematian dua mahasiswa di embung Kampus UIN Raden Intan Lampung.

"Sampai sekarang tidak ada laporannya," katanya di Bandarlampung, Selasa (8/10).

Dia melanjutkan, meskipun belum terima laporan, namun pihaknya telah memeriksa saksi sebanyak tiga orang. Pihaknya juga telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Kita sudah ke lokasi dan periksa saksi. Keluarga dari korban juga menolak untuk dilakukan otopsi sehingga jenazah dikembalikan ke keluarganya," kata dia. (ds/sumber antara/merdeka)