press enter to search

Minggu, 08/12/2019 17:28 WIB

Dirjen Budi Laksanakan Peletakan Lunas 3 Kapal Penyeberangan di Sulsel

Dahlia | Rabu, 09/10/2019 18:41 WIB
Dirjen Budi Laksanakan Peletakan Lunas 3 Kapal Penyeberangan di Sulsel Foto: istimewa

MAKASSAR (aksi.id) – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi bersama Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Chandra Irawan laksanakan Peletakan Lunas (Keel Laying) terpadu pembangunan tiga unit kapal penyeberangan untuk Danau Matano, Danau Towuti, dan Kepulauan Selayar yang diselenggarakan di Areal Plater Shop PT Industri Kapal Indonesia (Persero), Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (9/10/2019).

“Saat ini kapal yang akan dilaksanakan keel laying merupakan Sister Ships dari kapal penyeberangan dengan tonase serupa yang pernah dibangun sebelumnya. Kita sudah menetapkan bahwa dua unit kapal penyeberangan penumpang Ro-Ro 200 GT masing-masing senilai Rp34 Miliar untuk Danau Matano yang akan melayani lintas Soroako-Nuha dan Danau Towuti yang akan melayani lintas Timampu-Beau (Tokalimbo) serta satu kapal Ro-Ro 500 GT senilai Rp36 Miliar untuk Kepulauan Selayar dengan berbagai ukuran dan skema Multi Years Contract,” urai Dirjen Budi.

Peletakan lunas merupakan awal dari konstruksi kapal yang dianggap sebagai momentum hari kelahiran kapal baru, diawali dengan pembuatan rangka lunas kapal.

Hal itu merupakan komit pemerintah dalam memperbaiki pelayanan dan aspek keselamatan di bidang pelayaran.

“Saya mengucapkan selamat kepada PT Industri Kapal Indonesia (Persero) dan PT Citra Bahari Shipyard yang telah mendapatkan kepercayaan pemerintah untuk melaksanakan pembangunan Kapal Penyeberangan Penumpang untuk Danau Matano dan Danau Towuti serta Kepulauan Selayar TA. 2019-2020,” ujarnya.

Dia berharap, semoga kapal penyeberangan yang akan dioperasikan di Provinsi Sulsel ini dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pada tahun anggaran 2019, Ditjen Hubdat melaksanakan pembangunan kapal penyeberangan sebanyak delapan unit kapal penyeberangan Ro – Ro dan tujuh unit Bus Air dengan berbagai ukuran. Secara kontraktual, empat unit kapal penyeberangan Ro – Ro akan selesai masa pembangunannya pada tahun 2019 dan akan segera dioperasikan sesuai dengan lintasannya.

Adapun empat kapal penyeberangan dan tujuh unit Bus Air yang akan mulai dibangun pada tahun 2019 yaitu:

1. Kapal Penyeberangan Ro-Ro 500 GT untuk Kepulauan Selayar TA 2019-2020;

2. Kapal Penyeberangan Ro-Ro 200 GT untuk Danau Matano TA 2019-2020;

3. Kapal Penyeberangan Ro-Ro 200 GT untuk Danau Towuti TA 2019-2020;

4. Kapal Penyeberangan Ro-Ro 200 GT untuk Danau Toba TA-2019-2020;

5. 5 Unit Bus Air kapasitas 20 penumpang untuk Kabupaten Asmat;

6. 2 Unit Bus Air Prototype untuk Danau Toba TA 2019.

“Dengan adanya pembangunan kapal penyeberangan sebagai pemenuhan fasilitas penyeberangan, saya berharap para pihak terkait dapat memaksimalkan sumber daya manusia dan fasilitas yang ada sehingga dapat menyelesaikan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan spesifikasi kapal dan waktu yang telah di tetapkan di dalam kontrak dan pembangunan kapal penyeberangan dapat memperlancar transportasi dan konektivitas di daerah Sulawesi Selatan yang dapat mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” papar Dirjen Budi.

Direktur PT Industri Kapal Indonesia (Persero) Edy Widarto berterimakasih atas kepercayaan Kementerian Perhubungan dalam hal ini Ditjen Perhubungan Darat atas pembangunan kapal.

“Kami berharap nanti bisa kami selesaikan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kontrak yang disepakati,” kata dia. (omy)