press enter to search

Rabu, 13/11/2019 19:57 WIB

Masa Tanggap Darurat Gempa Maluku Diperpanjang Hingga 2020

Redaksi | Rabu, 16/10/2019 14:28 WIB
Masa Tanggap Darurat Gempa Maluku Diperpanjang Hingga 2020 Sejumlah bangunan di sebuah pasar apung yang hancur akibat gempa di Maluku. (ist)

AMBON (Aksi.id) - Penetapan massa tanggap darurat di Provinsi Maluku termasuk Kota Ambon diperpanjang dari 10 Oktober 2019 hingga 10 Januari 2020 setelah gempa magnitudo 6,8 mengguncang kota tersebut, 26 September 2019.

Perpanjangan massa tanggap darurat dilakukan lantaran penanganan dan pelayanan pasca gempa belum tuntas.

"Diperpanjang karena layanannya belum selesai. Jadi kalau masa daruratnya belum selesai masih banyak pengungsi dan sebagainya. Jadi mereka merasa ini masih darurat jadi diperpanjang," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, Rabu (16/10).

Perpanjangan masa tanggap darurat berlaku di hampir semua wilayah Provinsi Maluku secara keseluruhan, yakni sejak 1 Oktober 2019 hingga 10 Januari 2020.

Untuk yang Seram Bagian Barat sampai hari ini. Tapi saya belum tahu, mungkin diperpanjang juga. Maluku Tengah juga saya kira diperpanjang karena layanannya belum pulih semua," kata Agus.

Terdapat sejumlah kendala yang masih ditemukan dalam penanganan dan layanan pasca gempa di Maluku. Beberapa di antaranya karena pengungsi tidak berapa pada satu titik, namun menyebar di berbagai lokasi. Data terbaru BNPB per tanggal 14 Oktober mencatat 148.619 ribu orang masih mengungsi akibat gempa.

Terputusnya sarana dan prasarana yang mendistribusikan air jadi kendala tersendiri. Akses jalan dan jembatan juga banyak yang terputus, sehingga mempengaruhi pasokan BBM ke Kabupaten Seram Bagian Barat.

Perbaikan infrastruktur umum seperti jalan dan jembatan terus dilakukan. Menurut Agus perbaikan yang dilakukan sekarang belum ke arah permanen.

"Perbaikan infrastruktur yang rusak-rusak khususnya yang darurat, infrastruktur jalan, jembatan. Yang perbaikannya bukan permanen tapi supaya berfungsi dulu," ujarnya. (ds/sumber CNN)