press enter to search

Jum'at, 22/11/2019 01:10 WIB

Massa BEM SI Demo Desak Penerbitan Perppu KPK di Patung Kuda

Redaksi | Kamis, 17/10/2019 16:29 WIB
Massa BEM SI Demo Desak Penerbitan Perppu KPK di Patung Kuda Massa BEM SI. (ist)

JAKARTA (Jakarta) - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) kembali melakukan aksi unjuk rasa untuk mendesak presiden mengeluarkan Perppu KPK di depan patung kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta, Kamis (17/10).

Menurut koordinator aksi BEM SI, Erfan Kurniawan semula BEM SI memperkirakan jumlah peserta aksi 1.000 mahasiswa. Namun, pihaknya mengatakan jumlah yang hadir kemungkinan berkurang karena diadang aparat keamanan di sekitar kampus.

"Hari ini kami kecewa, karena pihak kepolisian ini banyak menahan massa kami di kampus masing-masing," kata Erfan kepada wartawan di depan patung kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta, Kamis (17/10).

Dia menceritakan, aparat keamanan yang sudah berjaga di sejumlah kampus, seperti Universitas Negeri Jakarta. Bahkan, katanya, jajaran rektorat dari kampusnya mengimbau secara langsung untuk tidak melakukan aksi.

"Bahkan pagi ini rektorat kami masuk ke sekretariat mahasiswa untuk menahan mahasiswa untuk tidak ikut aksi," katanya "Tidak akan sampai 1000 karena kami ditahan."

Sementara, Ketua BEM SI Abdul Basit juga mengatakan pihak kampus juga melobi mahasiswa agar tidak melakukan aksi.

Menurutnya, kampus sempat menawarkan sejumlah budget yang besar untuk membuat kegiatan seminar di kampus.

"Kami ingin menegaskan bahwa mereka banyak yang menawarkan juga. Kalau bisa aksinya dialihkan di kampus atau kegiatan-kegiatan seminar. Begitu," kata Basit.

Terkait dengan tuntutan untuk presiden mengeluarkan Perppu, Erfan mengatakan telah menyiapkan surat audiensi untuk melakukan dialog terbuka dengan Presiden pada tanggal 21 Oktober nanti.

Mahasiswa ingin berdiskusi dengan orang nomor satu di Indonesia secara terbuka untuk memberikan evaluasi terhadap kinerja Presiden dan NawaCita selama satu prediode sebelumnya.

Ia menegaskan aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa murni untuk membahas hal substantif, yakni mengenai UU KPK hasil revisi. Dia menepis tudingan yang mengatakan unjuk rasa bertujuan menggagalkan pelantikan presiden.

"Kami tidak mau ada klaim kalau mahasiswa menghambat pelantikan presiden. Aksi itu terkait dengan substansi bukan menghambat pelantikan presiden," imbuhnya.

Berdasarkan pantauan, mahasiswa mulai berdatangan ke Persimpangan Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat sekitar pukul 14.00 WIB. Ada ratusan mahasiswa yang berkumpul di depan gedung kantor PT Indosat.

Mereka berorasi secara bergantian dengan perwakilan kampus se Jabodetabek dan Banten menggunakan satu mobil komando. (ds/sumber CNN)