press enter to search

Jum'at, 22/11/2019 02:09 WIB

Jokowi Ucapkan Terima Kasih dan Minta Maaf ke Wapres JK dan Menteri Kabinet Kerja

Redaksi | Jum'at, 18/10/2019 16:11 WIB
Jokowi Ucapkan Terima Kasih dan Minta Maaf ke Wapres JK dan Menteri Kabinet Kerja  Presiden Joko Widodo bersama Menteri Kabinet Kerja. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri Kabinet Kerja 2014-2019. Jokowi juga sekaligus meminta maaf bila ada hal yang tak berkenan selama lima tahun ini.

Hal itu disampaikan Jokowi di hadapan JK dan para menteri dalam acara silaturahmi, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/10).

"Saya sangat berterima kasih, Pak Wapres dan bapak ibu sekalian, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, apabila dalam pergaulan sehari-sehari, dalam saya memberikan perintah dan berinteraksi dengan bapak ibu sekalian ada yang kurang berkenan," kata Jokowi.

Jokowi menyatakan selama lima tahun ini pemerintah telah bekerja. Menurutnya, lima tahun merupakan waktu yang sangat singkat.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga meminta maaf kerap mengganggu menelepon tengah malam. Jokowi mengaku pernah menelepon tengah malam Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Selain itu, Jokowi juga pernah menghubungi Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, hingga Menteri PUPR Basuki Hadimuljono ketika tengah malam.

"Saya kira ya itulah gangguan-gangguan yang sering harus saya lakukan karena negara ini memerlukan kerja kita semuanya," ujarnya.

Presiden terpilih itu juga mengaku terpaksa langsung menghubungi Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal (Mar) Suhartono dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa tanpa lewat Panglima TNI, beberapa hari lalu.

Jokowi mengatakan beberapa kali juga kerap memanggil direktur utama tanpa memberi tahu Menteri BUMN Rini Soemarno atau memanggil direktur jenderal tanpa melewati menteri. Menurutnya, hal itu dirinya lakukan karena ada kebutuhan mendesak.

"Karena sangat mendesak. Informasi dan data yang dibutuhkan, tengah malam, pagi, subuh. Karena memang kita diberi tanggung jawab kelola 267 juta jiwa di negara kita," ujarnya. (ds/sumber CNN)