press enter to search

Kamis, 21/11/2019 12:08 WIB

Ditjen Hubdat akan Salurkan Bus Bantuan ke UIN Sultan Maulana Hasanuddin Serang

Dahlia | Senin, 21/10/2019 18:46 WIB
Ditjen Hubdat akan Salurkan Bus Bantuan ke UIN Sultan Maulana Hasanuddin Serang Foto: istimewa

SERANG (aksi.id) – Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menurut Dirjen Budi Setiyadi akan menyalurkan bantuan bus ke Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Serang.

Hal itu terungkap disela acara Dies Natalis ke-57 Universitas Islam Negeri (UIN SMH) Banten, yang digelar di Aula Rektorat Kampus, Serang, Senin (21/10/2019).

“Kami sangat berterimakasih kepada Dirjen Budi karena sudah memberikan waktu dan kesempatannya dalam acara Dies Natalis, saya juga meminta bantuan Kementerian Perhubungan agar dapat memberi bantuan bus seperti kampus lain yang sudah diberikan sebelumnya,” ungkap Rektor UIN SMH Banten Fauzul Iman.

Menurut Dirjen Budi, pihaknya akan memberikan bantuan bus kepada pihak UIN SMH Banten yang dipergunakan guna menunjang mobilitas di kampus.

“Dengan adanya bus kampus, maka mempermudah akses dosen dan mahasiswa,” ujar Dirjen Budi.

Dalam kesempatan itu, Budi juga mengajak mahasiswa untuk memperkuat nilai kepedulian terhadap bangsa dengan mengutamakan perdamaian.

Dalam orasinya yang berjudul “Kepedulian Kita Terhadap Bangsa dalam Era Revolusi Industri 4.0″ itu, Dirjen Budi mengatakan, kerusuhan di tengah masyarakat yang menjadi persoalan dan perhatian bangsa Indonesia saat ini, termasuk fenomena sosial anak punk di kota-kota besar.

“Persoalan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Begitu juga dengan masalah narkoba yang telah merongrong generasi muda bangsa Indonesia, persoalan kemiskinan, kerusuhan demo di DPR yang melibatkan anak STM, premanisme, serta perkelahian antarpelajar. Ini tanggung jawab kita bersama,” kata Dirjen Budi.

Untuk itu kata dia, sebagai bangsa Indonesia memiliki kewajiban dalam mengaktualisasikan nilai perdamaian dan peduli bangsa dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi desakan dunia luar yang semakin menggerus, maka dikhawatirkan nilai-nilai dari konsensus itu semakin lama akan semakin hilang.

Dalam paparannya Dirjen Budi mencontohkan Jepang yang saat ini berkembang pesat dan maju.

“Jepang bisa maju dan modern seperti sekarang ini karena tidak pernah melupakan nilai luhur yang diwariskan nenek moyangnya. Masyarakat Indonesia mari perkuat nilai yang diwariskan leluhur nenek moyang kita karena kita tidak dapat meninggalkan warisan nilai-nilai yang ada. Kita tidak boleh melupakan jasa para pendahulu yang telah berjuang untuk Indonesia,” tuturnya. (omy)