press enter to search

Jum'at, 22/11/2019 04:34 WIB

Ada Badai, Pendakian ke Gunung Lawu Sementara Ditutup

Redaksi | Senin, 21/10/2019 22:02 WIB
Ada Badai, Pendakian ke Gunung Lawu Sementara Ditutup  Gunung Lawu Jatim. (ist)

MAGETAN (Aksi.id) - Semua jalur pendakian Gunung Lawu ditutup per Minggu (20/10) sore hingga Senin (21/10). Hal ini dikarenakan adanya badai yang tengah menerjang area Gunung Lawu.

"Badai menerjang Gunung Lawu. Dari kemarin sore sampai saat ini belum berhenti badainya," kata Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Fery Yoga Saputra, Senin (21/10).

Akibatnya, semua pintu pendakian ke Gunung Lawu ditutup. Seperti pendakian dari di Pintu Cemoro Sewu, Cemoro Kandang dan Singolangu.

"Semua ditutup. Tidak ada yang boleh melakukan pendakian sampai kondisi kondusif. Dalam artian tidak ada lagi badai di atas Gunung Lawu," jelas Ferry.

Dia menyebutkan, pendaki yang sudah terlanjur naik tidak dipaksa turun. Pasalnya penuh dengan risiko jika dipaksa turun.

"Yang terlanjur naik, tidak apa-apa. Belum ada pemaksaan turun. Di atas sudah ada petugas untuk mendampingi," bebernya.

Menurutnya, penutupan jalur pendakian belum ditentukan sampai kapan. Dia menyebutkan biasanya jalur pendakian dibuka jika sudah tidak ada badai.

"Jika sudah dirasa aman. Ya saran saya yang mau mendaki ditunda dulu. Karena badai bisa saja datang lagi kapanpun," tegasnya.

Dia menambahkan, hingga kini belum ada laporan mengenai korban manusia akibat badai. "Kalau korban jiwa belum ada laporan. Dan semoga tidak ada," harapnya.

Bersamaan dengan badai, jelas dia, angin kencang juga menerjang daerah Cemoro Sewu. Dia menyebutkan ada lima pohon besar tumbang di Jalur Magetan-Solo, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

"Kemarin juga ada lima pohon dengan ukuran besar. Menyebabkan beberapa mobil yang mau ke Solo harus balik. Juga sebaliknya mobil dari arah Magetan ke Solo juga harus putar balik," tambahnya.

Sementara, karena badai itu menyebabkan perlengkapan milik pendaki rusak. Di antaranya tenda, tempat masak sampai tempat tidur. Peralatan itu terbang terbawa badai.

Ada beberapa pendaki yang menemukan peralatan itu. Akan tetapi tidak bisa difungsikan seperti sedia kala. Tidak hanya itu, pemilik warung yang ada di pos 5 juga ikut porak poranda dihantam badai.(ds/sumber merdeka)