press enter to search

Senin, 27/01/2020 04:21 WIB

Keluarga Korban JT-610 Kecewa Dengan Pembatasan Tabur Bunga Lion Air

Redaksi | Selasa, 29/10/2019 12:08 WIB
Keluarga Korban JT-610 Kecewa Dengan Pembatasan Tabur Bunga Lion Air foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

JAKARTA (aksi.id) - Hari ini, 29 Oktober, tepat satu tahun yang lalu, pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Karawang. Sebanyak 189 orang yang terdiri dari 179 penumpang dewasa, 1 penumpang anak, 2 bayi, 2 pilot, 5 kru dinyatakan meninggal dunia.

Manurung, salah satu keluarga atas nama Martua Sahata, korban tragedi pesawat Lior Air JT-610, rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di Perairan Karawang, memilih tabur bunga di Pantai Tanjungpakis, Desa Tanjungpakis, Kecamatan Pakis, Kabupaten Karawang, Selasa (29/10/2019).

Martua merupakan satu dari 10 pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menjadi korban kecelakaan nahas itu.

Manurung menuturkan kekecewaannya dengan pihak Lion Air yang hanya mengakomodasi dua orang keluarga korban untuk tabur bunga.

Mereka pun menilai, acara tabur bunga yang diselenggerakan pihak Lion Air hanya untuk kepentingan perusahaan semata. Ia pun mengaku sempat melayangkan protes kepada pihak Lion Air.

"Kami semua ingin berdoa. Kalau cuma dua orang, kenapa tidak diwakilkan mereka (pihak Lion Air) saja," ujar Manurung.

Manurung beserta enam keluarganya memilih berangkat sendiri ke Pantai Tanjungpakis dari Kelapa Gading, Jakarta Utara. Mereka berdoa sambil menabur bunga.

"Kita tabur bunga di sini karena tabur bunga yang diadakan pihak Lion Air dibatasi hanya dua orang, meskipun anaknya ada tiga," terang Manurung.(Della/CNBC Indonesia)