press enter to search

Jum'at, 15/11/2019 06:27 WIB

Keren! PTDI Ekspor Pesawat CN235-220 Untuk Tentara Nepal

Redaksi | Kamis, 31/10/2019 01:07 WIB
Keren! PTDI Ekspor Pesawat CN235-220 Untuk Tentara Nepal foto : dok. RMOL Jabar

BANDUNG (aksi.id) - Industri pesawat terbang yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dan di wilayah Asia Tenggara, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mengirimkan satu unit pesawat terbang jenis CN235-220 dengan mode transportasi militer ke Kathmandu untuk kebutuhan Nepalese Army (Tentara Nepal).

Elfien Goentoro, Direktur PTDI, mengungkapkan pesawat tersebut direncanakan akan tiba pada Sabtu (2/11) ke Nepal setelah diterbangkan dari Lanud Husein Sastranegara Bandung, Rabu (30/10).

"Pesawat CN235 ini mau kita kirim ekspor ke Kathmandu, Nepal. Pengiriman atas permintaan dan kontrak dengan Angkatan Darat Nepal pada Juni 2017, Alhamdulillah kita bisa kirim tepat waktu," ujar Elfien di Hanggar Fixed Wing PTDI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu.

"Pesawat karya anak bangsa tersebut memiliki enam mode konfigurasi yang bisa diterapkan sesuai kebutuhan. Diantaranya yakni mode angkut, cargo, paratroop, medevac, patroli maritim bahkan VIP," tambah Elfien.

Elfienen menuturkan "Nepal telah memesan pesawat tersebut dengan beberapa mode konfigurasi. Sedangkan fasilitas kelengkapan mode konfigurasi tersebut telah terlebih dahulu dikirimkan ke Nepal melalui jalur kargo. Alat-alat tipe konfigurasinya kita sudah kargo kan, yang dipasang ini adalah mode paratroops".

Pesawat CN235-220 itu diterbangkan oleh Captain Esther Gayatri Saleh sebagai Test Pilot In Command dan Flight Instructor dan Captain Ervan Gustanto sebagai Copilot. Adapun pesawat tersebut akan dilakukan tes penerbangan lanjutan dan Final Acceptance Flight oleh Nepalese Army.

Elfien menyebutkan nilai kontrak pesawat tersebut kurang lebih 30 juta dollar Amerika. Namun nilai pesawat tersebut, dapat dipengaruhi juga oleh biaya onderdil dan kebutuhan lainnya.

"Pembiayaan dari LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) untuk ekspor ke Afrika dan Asia Selatan ini kita dapat Rp400 miliar, dan khusus untuk Nepal ini modal kerja sekitar Rp207 miliar," tutup Elfien.(Della/Antara)

Keyword

Artikel Terkait :

-