press enter to search

Jum'at, 22/11/2019 04:44 WIB

Ribut dengan Suami, Ibu Gantung Diri Tulis Pesan Menyayat Hati ke Bocahnya

Redaksi | Kamis, 31/10/2019 11:39 WIB
Ribut dengan Suami, Ibu Gantung Diri Tulis Pesan Menyayat Hati ke Bocahnya Evakuasi gandir. (ist)

RIAU (Aksi.id) - Seorang ibu rumah tangga ditemukan tewas gantung diri di kediamannya di Jalan Sei Mintan, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau.

Saat melalukan olah TKP, polisi menemukan secarik kertas yang diduga ditulis korban sebelum ditemukan tak bernyawa. Diduga, tulisan itu sengaja dibuat wanita berusia 36 tahun sebagai permintaaan maaf dan pesannya kepada sang anak yang masih bocah.

Secarik kertas itu bertuliskan: "MAAFIN MAMA YA BHI... MAMA GAK BISA DAMPINGI OBHI, MAMA SAYANG OBHI, JD ANAK YG PINTAR YA SAYANG, JGN NYUSAHIN ORANG... MAMA YAKIN ADEK BISA..."

Sebelum bunuh diri, CA diduga sempat ribut dengan suaminya. Hal itu terungkap ketika polisi memeriksa beberapa saksi yang merupakan keponakan korban.

"Dugaan sementara, korban meninggal dikarenakan gantung diri. Menurut keterangan saksi yang merupakan keponakan korban, sebelumnya korban sempat bertengkar dengan suaminya," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Bukit Raya, Iptu Aspikar, Kamis (31/10/2019).

Menurutnya, jasad korban kali pertama ditemukan adik kandung yang tinggal bersebelahan dengan rumah AC. Berdasarkan pemeriksaan sementara, terungkap bunuh diri itu berawal saat ada tiga orang tamu datang ke rumah korban.

Adik korban CA, tinggal bersebelahan dengan korban dan menerima kedatangan tamu itu menanyakan maksud kedatangan mereka.

"Setelah ditanya oleh adik kandung dan adik iparnya, menurut ketiga tamu itu, mereka ditelepon oleh korban untuk datang ke rumahnya,” kata Aspikar.

Mereka pun bersama-sama mencari korban ke dalam rumah. Kecurigaan mulai muncul ketika kamar korban ditemukan dalam kondisi terkunci. Sementara, para saksi melihat ada semacam kain terikat di pintu kamar tersebut.

Saat dipanggil, korban tak kunjung menjawab. Telepon genggam juga tak dijawab. Sehingga para saksi sepakat mendobrak pintu kamar korban.

"Setelah pintu berhasil dibuka, para saksi melihat korban sudah terjatuh dengan kondisi leher terikat kain selendang, dalam keadaan tidak bernyawa," katanya.

Catatan Redaksi:  Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam. (ds/sumber sumber riauonline.co.id)