press enter to search

Senin, 16/12/2019 12:32 WIB

Balitbanghub: Susun Perencanaan Sistem Transportasi di Ibu Kota Baru Negara

Dahlia | Jum'at, 01/11/2019 12:57 WIB
Balitbanghub: Susun Perencanaan Sistem Transportasi di Ibu Kota Baru Negara Foto: istimewa

BALIKPAPAN (aksi.id) – Usulan konsep transportasi Ibu Kota Negara (IKN) baru hasil studi
Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan (Balitbanghub) perlu ditindaklanjuti dengan perencanaan lebih detil sistem transportasi di IKN.

Saat rapat koordinasi dan sosialisasi konsep bertajuk “Smart City, Smart Mobility” di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (1/11/2019), Kapuslitbang Angkutan Multimoda Balitbanghub M Yugi Hartiman, Jumat (1/11/2019), mengutarakan tindak lanjut tersebut berupa penyusunan desain sistem transportasi IKN.

101201993024

101201993143

Selain itu, dia mengutarakan perencanaan sistem transportasi perkotaan dan perencanaan sistem transportasi barang.

“Juga tindak lanjut pemanfaatan Teluk Balikpapan untuk mendukung ibu kota negara, perencanaan konektivitas IKN melalui jalan dan kereta, serta multiairport dan smart airport,” tuturnya.

Data Sekunder

Yugi mengutarakan tindak lanjut perencanaan itu membutuhkan data sekunder yakni pertama, kebutuhan dokumen perencanaan.

Data itu antara lain rencana tata ruang wilayah (RTRW) Provinsi Kalimantan Timur dan Selatan, RTRW Kota Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Penajaman Paser Utara, dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Tatrawil/Tatralok, Rencana Induk LLAJ, rencana pengembangan angkutan barang di sekitar IKN, rencana pengembangan pusat distribusi logistik, dan data statistik sosial ekonomi.

Kedua, kebutuhan data transportasi laut dan sungai yakni rencana induk Pelabuhan Balikpapan, Samarinda dan Kuala Semboja, data lokasi Tersus/TUKS di sekitar IKN, data meteorologi, data akses menuju pelabuhan, data jaringan angkutan sungai, serta data jaringan angkutan laut.

Ketiga, kebutuhan data jaringan transportasi darat yakni rencana pengembangan tol Balikpapan-Samarinda, data invetarisasi dan kinerja jaringan jalan eksisting dan perencanaan jalan nasional, provinsi, kota dan kabupaten serta data perkeretaapian

Keempat, kebutuhan data komoditas dan Angkutan Barang yani jenis dan karakteristik komoditas barang, lokasi komoditas barang, lokasi kawasan industri dan perdagangan, jaringan lintas distribusi barang, dan data konsumsi barang.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Jalan dan Perkeretaapian Balitbanghub Baitul Ikhwan, perwakilan dari Ditjen Perkeretaapian, Ditjen Hubdat, Ditjen Perhubungan Udara, Ditjen Perhubungan Laut, PT Angkasa Pura I, PT Jasa Marga, Universitas Hasanuddin dan pengamat transportasi dari Umiversitas Soegijapranata Djoko Setijowarno.

Selain itu, hadir pula pejabat dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balikpapan, Samarinda, Pemkab Paser, Paser Utara, Penajam, Kutai Kartanegara dan lainnya. Bahkan hadir pula perwakilan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Usulan konsep ini, kami sosialisasikan untuk.mendapatkan pengayaan dari stake holder, sehingga menjadi konsep, yang dapat diimplementasikan, terutama di kawasan Ibu Kota Negara san sekitarnya,” tutur Yugi Hartiman.

Dia juga menuturkan konsep hasil studi ini membutuhkan pengayaan informasi, sehingga dapat terjadi harmonisasi dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan masterplane sekaligus kebutuhan daerah.

Sosialisasi itu diwarnai berbagai pemaparan sekaligus masukan tentang infrastruktur transportasi eksisting. Diskusi hangat pun berlangsung. (awe).