press enter to search

Jum'at, 22/11/2019 04:19 WIB

15 Tahun Kerja dan Tidur di Bus DAMRI, Pengemudi Ini Kangen Jengkol Masakan Istri

Dahlia | Senin, 04/11/2019 12:05 WIB
15 Tahun Kerja dan Tidur di Bus DAMRI, Pengemudi Ini Kangen Jengkol Masakan Istri Foto:fahmi/aksi.id/BeritaTrans.com

BEKASI (aksi.id) – Ialah Amin Maryanto (52), Warga Jalan Tentara Pelajar, Purwokerto, Jawa Tengah. Sudah 15 tahun menjadi pilot bus DAMRI rute Bandara Soekarno-Hatta.

Ia harus meninggalkan keluarganya selama semingggu dan kembali lagi untuk pulang selama seminggu, begitu seterusnya sampai dia akan pensiun.

Semua aktifitas istirahat sampai tidur malam dilakukan di bus. Untuk urusan stok baju semua tersedia di dalam bus yang menjadi rumah kedua baginya.

“Sudah dari tahun 1994 saya jadi supir bus DAMRI ini, saya senang jalan-jalan sih, banyak pemandangan.” ungkap Amin saat ditemui BeritaTrans.com dan Aksi.id di Terminal Bus Kayuringin, Kota Bekasi.

1032019195141

Amin mengaku sebelum menjadi supir bus dia adalah seorang montir Perum DAMRI di Purwokerto selama empat tahun. Saat jadi montir itu sangat ingin menjadi supir bus. Diam-diam di tengah merawat bus, dia juga belajar mengemudikan bus.

“Karena saya ada pengetahuan banyak tentang bus, saya ditawari alih profesi jadi supir, ya karena ditawari jadi supir bus DAMRI di Batam, saya mau dong. 10 tahun saya di Batam,” ungkapnya, kemarin.

Mengenai profesinya sebagai bus DAMRI layanan bandara, dia mengemukakan malam selesai bekerja, harus kembali mempersiapkan kondisi bus, termasuk bahan bakar untuk mengangkut penumpang pada esok harinya.

Dalam satu hari bus bisa satu kali  mengisi solar di SPBU Pulo Nagka, Jakarta Timur, atau SPBU Sunter, Jakarta Utara, yang sudah ditentukan oleh pihak perusahaan.

“Malam  sehabis selesai ngerit, saya biasanya udah stok solar untuk besoknya. Satu hari bus 6 kali rit ke Soetta PP. Ini cukup satu kali ngisi saja, dengan muat bahan bakar 300 Liter lebih,” jelasnya.

Ayah dari empat orang anak ini juga merupakan supir Damri berprestasi. Pada Ulang Tahun ke-74 DAMRI, 25 November 2019, di Pool DAMRI Kemayoran, dia dinobatkan sebagai karyawan teladan.

Dia juga mengaku pernah mendapatkan pengalaman yang membanggakan yaitu ketika bus yang dia bawa ikut membawa rombongan presiden untuk peresmian Tol Trans Jawa. Di dalam bus, turut ikut Menteri BUMN beserta Dirut BUMN.

“Pengalaman yang berkesan itu waktu bawa rombongan presiden, bus saya ditumpangi ibu Menteri Rini Soemarno sama Bu Dirut dalam bus ini,” ujar Amin seraya menunjuk ke kursi dalam bus.

Selama bekerja, Amin bebas makan dimana saja sesuai selera keinginannya tapi dia mengaku sangat senang bila pulang kampung dimasakan oleh istri tercinta makanan keukaannya yaitu jengkol.

Meski kerap meninggalkan keluarga selama 7 hari kerja, dia tidak keberatan karena itu adalah pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Tujuh hari berikutnya dia harus pulang kampung. Menempuh 6 jam perjalanan dengan kereta api untuk berkumpul bersama keluarganya. (fahmi).

Keyword Sopir bus DAMRI