press enter to search

Jum'at, 15/11/2019 08:57 WIB

Nelayan Tanpa Kepala dan Tangan, Dada Berlubang di Tanjung Puting

Redaksi | Kamis, 07/11/2019 16:27 WIB
Nelayan Tanpa Kepala dan Tangan, Dada Berlubang di Tanjung Puting Ilustrasi. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Nelayan yang sempat hilang ketika melaut ditemukan sudah tewas mengambang dengan tubuh tanpa kepala dan tangan. Bagian perut dan dada pun berlubang.

Jasad nelayan tersebut ditemukan di wilayah perairan Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah.

"Kondisinya mengapung di tepi dengan posisi terlentang dengan hanya tersisa bagian badan dan kaki, sementara tangan dan kepala sudah tidak ada," tutur anggota TNI AL Koptu Rudi Sugara, Kamis (7/11).

Komandan Pos AL Kumai Letda Laut (P) MS Rio Kusuma mengatakan bahwa penemuan mayat pertama kali dilakukan oleh nelayan dari Desa Sei Kapitan Kecamatan Kumai yang melintas pada Rabu (6/11) kemarin.

Informasi itu lalu disampaikan kepada nelayan yang berada di darat dan kepada petugas di Pos TNI AL Kumai.

"Setelah mendapatkan informasi tersebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pol Air Polres Kobar dan KSOP Kumai," ucap Rio.

Tim lalu diterjunkan ke lokasi. Tiba sekitar pukul 17:00 WIB. Tim kemudian membawa mayat ke daratan sekitar pukul 20:00 WIB.

Jasad pria yang ditemukan itu lalu dibawa ke RSUD Sultan Imannudin di Pangkalan Bun. Pemeriksaan masih dilakukan.

Dua orang warga setempat mengatakan bahwa jasad itu adalah salah satu anggota keluarganya. Mereka tahu dari bekas luka di bagian kaki dekat lutut sebelah kanan.

Kedua warga itu menjelaskan bahwa anggota keluarganya yang kini telah meninggal dunia tersebut hilang sejak melaut pada awal Oktober 2019 lalu.

Pada awal Oktober 2019, ada tiga nelayan bernama Irwansyah alias Dondoy (35), Sunarto alias Nato (35) dan Subanrio alias Iban (40) asal Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan pergi melaut. Mereka kemudian dikabarkan hilang.

Ketiganya dinyatakan hilang di titik koordinat 03°35`00" S 111°41`00"E atau sekitar perairan Tanjung Puting, dengan heading :180,40°. Berjarak 45 Nautical Mile dari muara Teluk Kumai. (ds/sumber CNN)