press enter to search

Rabu, 20/11/2019 22:13 WIB

Yusril: Sriwijaya Air Siapkan Langkah Mengakhiri Kerja Sama dengan Garuda Grup

Dahlia | Jum'at, 08/11/2019 20:35 WIB
Yusril: Sriwijaya Air Siapkan Langkah Mengakhiri Kerja Sama dengan Garuda Grup Foto: istimewa

JAKARTA (aksi.id) – Pengacara sekaligus salah seorang pemegang saham PT Sriwijaya Air Yusril Ihza Mahendera membenarkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan langkah untuk mengakhiri kerjasama manajemen dengan Garuda Indonesia Grup.

Langkah tersebut diambil karena adanya intruksi mendadak dari GA Grup kepada semua anak perusahaannya (GMF, Gapura Angkasa dan Aerowisata) untuk memberikan pelayanan kepada Sriwijaya dengan cara pembayaran tunai dimuka, kemarin (7/11’2019).

“Kalau tidak bayar tunai dimuka diperintahkan agar tidak memberikan pelayanan service dan maintenance apapun kepada Sriwijaya,” jelas Yusril dalam keterangan tertulis, Jumat (8/11/2019).

Sriwijaya menolak perubahan sistem pembayaran yang dinilai tidak fair ini dan menganggap GA sengaja ingin melumpuhkan. Akibat instruksi mendadak itu, terjadi kekacauan pada sebagian besar penerbangan Sriwijaya kemarin karena terhentinya pelayanan dari anak perusahaan GA Grup.

Sejak kemarin Sriwijaya berusaha keras untuk mengaktifkan seluruh rute penerbangannya sendiri atau bekerjasama dengan pihak lain di luar Garuda Grup.

“Sriwijaya kembali mengaktifkan sendiri layanan servis pesawat, line maintenance, groundhandling dan catering sendiri tanpa kerja sama dengan GA Grup lagi,” ungkapnya.

Pekerjaan itu kata dia sebelumnya memang ditangani oleh Sriwijaya sendiri. Namun setelah kerja sama dengan GA Grup, semua pelayanan itu diambil alih oleh anak-anak perusahaan Garuda dengan biaya yang jauh lebih mahal.

“Hari ini, seluruh rute penerbangan Sriwijaya kembali normal. Seluruh peralatan line manintenance dan spare parts pesawat milik Sriwijaya yang selama ini digudangkan oleh GA Grup, kemarin diserahkan kembali oleh GMF setelah didesak berkali-kali bahkan diancam akan dilaporkan ke polisi,” urainya.

Sriwijaya menganggap kerja sama dengan Garuda Grup selama ini merugikan kepentingan mereka karena terlalu banyak konflik kepentingan antara anak-anak perusahaan GA dengan Sriwijaya.

Performance Sriwijaya juga tidak bertambah baik di bawah manajemen yang diambil alih GA Grup melalui Citilink. Perusahaan malah dikelola tidak efisien dan terjadi pemborosan yang tidak perlu.

Tadi malam di kantor Garuda, Yusril mengatakan pihaknya semula mau menyelesaikan draf perpanjangan perjanjian kerja sama dengan GA Grup.

Namun karena deadlock dalam menyusun Board of Directors, maka dalam hari ini para pemegang saham memutuskan untuk mengambil langkah menghentikan kerja sama manajemen dengan Garuda Grup.

Nota pemberitahuan pengakhiran kerja sama itu dikirimkan ke Garuda, Citilink dan GMF hari ini. Sriwijaya juga memberitahukan secara resmi Menteri Perhubungan bahwa manajemen Sriwijaya kini diambil alih dan dijalankan sendiri oleh Sriwijaya.

“Sebagai langkah awal pengakhiran, para pemegang saham telah memutuskan mengangkat BOD Sriwijaya yang baru yang seluruhnya berasal dari internal Sriwijaya Air. Pihak Sriwijaya juga hari ini telah mengembalikan semua tenaga staf perbantuan dari GA Grup untuk tidak bekerja lagi di Sriwijaya,” imbuh Yusri.

Langkah selanjutnya adalah, Sriwijaya akan mengundang GA Grup untuk duduk satu meja membahas pengakhiran kerja sama yang sudah berlangsung selama setahun itu.

Pihaknya minta agar BPKP dan auditor independen melakukan audit terhadap Sriwijaya selama manajemen yang direksinya mayoritas berasal dari GA Grup untuk mengetahui kondisi perusahaan yang sesungguh selama dimenej oleh GA Grup.

“Kami minta maaf dan Sriwijaya akan kembali bekerja secara profesional melayani pelanggan sebagaimana selama ini dilakukan,” pungkas Yusril. (omy)