press enter to search

Jum'at, 15/11/2019 08:57 WIB

Anies dan Gatot Eddy Pramono Tak Datang di Perayaan Maulid Nabi di Monas

Dahlia | Sabtu, 09/11/2019 15:52 WIB
Anies dan Gatot Eddy Pramono Tak Datang di Perayaan Maulid Nabi di Monas Foto: istimewa (kumparan)
Jakarta (aksi.id) - Massa dari berbagai daerah memadati kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (9/11), untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
 
 
 
Rencananya, gelaran peringatan yang diinisiasi oleh Majelis Rasulullah SAW tersebut akan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono. Namun, hingga acara berakhir keduanya tidak terlihat di lokasi.
 
 
Pembina Majelis Rasulullah SAW Habib Nabiel Bin Fuad Almusawa mengatakan, Anies dan Gatot berhalangan hadir karena ada acara lain yang tidak bisa ditinggalkan.
 
 
Pembina Majelis Rasulullah SAW Habib Nabiel saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (9/11/2019). Foto: Darin Atiandina/kumparan
“Jadi Pak Anies Baswedan dan Kapolda hari ini berhalangan. Biasanya memang kami mengundang Pak Kapolda, Pak Gubernur, Pak Pangdam. Tapi Gubernur ada acara yang tidak bisa ditinggal,” kata Nabiel di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (9/11).
 
 
“Beliau biasanya di setiap acara kami selalu hadir,” sambungnya lagi.
 
 
Nabiel menegaskan meski tanpa kehadiran kedua tokoh tersebut, dia menginginkan agar pesan dari gelaran acara peringatan Maulid Nabi ini tetap tersampaikan.
 
 
 
“Jadi pesan kami bahwa mari kita jadikan momentum untuk sarana kesatuan dan persatuan,” kata Nabiel.
 
 
Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (9/11/2019). Foto: Darin Atiandina/kumparan
“Kita merasa betapa beratnya bangsa ini perjuangan pemilu terpecah satu sama lain. Mari kita jadikan momentum Maulid Nabi jadi sarana pemersatu bahwa Muslim itu satu umatnya Nabi Muhammad SAW,” tutur Nabiel.
 
 
Pada kesempatan itu, Nabiel juga menitipkan pesan kepada pemimpin-pemimpin di Indonesia. Dia mengimbau agar mereka menauladani sifat Nabi Muhammad SAW yang mengayomi umatnya.
 
 
“Jadi mungkin kepada para pemimpin, pesan kami satu bahwa kalian semua baik itu anggota DPR, presiden, itu dipilih oleh rakyat. Maka pesan kami adalah utamakan rakyat dibanding semua yang lain. Dahulukan rakyat dibanding dengan yang lain,” kata Nabiel.
 
 
“Dengan itu insyallah semua rakyat akan mendukung dan mendoakan menyukseskan program pemerintah,” tutur Nabiel. (Lia/sumber:kumparan)