press enter to search

Senin, 09/12/2019 07:31 WIB

Soal Wagub, Anies Bilang Proses Dulu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu di DPRD

| Senin, 11/11/2019 07:15 WIB
Soal Wagub, Anies Bilang Proses Dulu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu di DPRD

JAKARTA (BeritaTrans.com)  - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta dua nama calon wakil gubernur (cawagub) DKI yang telah disepakati kedua partai pengusungnya, Gerindra dan PKS, diproses terlebih dahulu di DPRD DKI, sebelum mengusulkan nama baru.

DPD Gerindra mengusulkan perubahan cawagub yang sudah disepakati oleh kedua partai yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu dalam surat surat bernomor JA/X-0646/B/DPD-Gerindra/2019 kepada DPP PKS.

"Ada dua nama di dalam DPRD. Itu dulu ada keputusannya apa, baru bahas berikutnya," ujar Anies di Jakarta, seperti dikutip antaranews.com, Sabtu.


Sebelumnya diketahui ada empat nama cawagub DKI dalam surat usulan tertanggal 17 Oktober 2019 yang dikirimkan oleh DPD Gerindra DKI Jakarta pada DPP PKS tersebut.

DPD Gerindra DKI Jakarta mengusulkan lagi empat nama calon Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno  kepada DPP PKS karena dua calon yang disepakati sebelumnya "macet" dalam pembahasan.

Empat nama dalam surat tertanggal 17 Oktober 2019 tersebut yaitu Dewan Penasihat Gerindra Arnes Lukman, Waketum DPP Gerindra Ferry J Yuliantoro, Wasekjen DPP Gerindra Ariza Patria dan Sekda DKI Jakarta Saefullah.

"Ini adalah hasil informasi internal Gerindra, kemarin dua nama macet. Maka yang diperlukan adalah, pertama jangan-jangan figur yang DPRD kurang menerima, atau komunikasinya, itu aja pertimbangannya. Ya sudah lah kita usulkan, dari kita ada, dari PKS ada," ucap Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Saat ini, kata Taufik, pihaknya masih menunggu respon dari pihak PKS mengenai usulan mereka yang juga berarti merevisi atau menggantikan dua calon yang disepakati sebelumnya yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu yang keduanya merupakan kader PKS.

"Makannya kami usulkan ke PKS, ini kan bisa disandingkan juga, bisa begitu kan," ucapnya.

Hingga saat ini, kata Taufik, belum ada respon apapun dari PKS terkait dengan surat bernomor JA/X-0646/B/DPD-Gerindra/2019, yang ditandatangani olehnya dengan Sekretaris DPD Gerindra Husni Thamrin, serta oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani.

"Belum ada kesepakatan, ini kan usulan kami ke dia (PKS), boleh dong kami usul. Karena kami kan lihat macet. Kami usulkan, ini bagaimana kalau opsi lain diambil, kami dorong aja deh gitu," ucapnya.

Dengan adanya surat ini, artinya Gerindra mengusulkan adanya perubahan calon wagub yang sudah disepakati oleh kedua partai yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu untuk mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin Jakarta di sisa masa jabatannya.

Sebelumnya  M Taufik mengatakan Sandiaga Uno yang merupakan kader Gerindra sekaligus pasangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga akhirnya mundur untuk ikut bursa Pemilihan Presiden 2019 mendampingi Prabowo Subianto, tidak mau lagi untuk diusulkan jadi Cawagub DKI.

"Sandi (Sandiaga Uno) gak mau," kata Taufik saat dihubungi di Jakarta, Kamis malam.

Taufik mengaku pihaknya pernah menawari Sandiaga untuk disusulkan kembali, namun yang bersangkutan tidak mau menduduki lagi jabatan tersebut.

"Udeh ngomong, gak mau dia," ucap Taufik.

Begitu juga dengan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD DKI Jakarta Muhammad Arifin, yang menyebutkan belum ada komunikasi antara Partai Gerindra dengan PKS terkait usulan 4 nama cawagub baru dari Gerindra.

Arifin mengatakan PKS tetap mempertahankan dua nama calon Wakil Gubernur pengganti Sandiaga Uno Salahudin yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu untuk mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin ibu kota.

PKS Pertanyakan Etika

PKS mengatakan sudah ada komitmen dengan Gerindra bahwa kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta milik partai berlogo bulan sabit itu. PKS menilai tidak etis jika komitmen Ketum Gerindra Prabowo Subianto itu tak ditepati.

"Yang saya bilang etika itu kan. Kalau komitmen Prabowo, sejak awal itu kan diserahkan ke PKS. Artinya, kalau memang ditepati komitmen itu, harusnya dilaksanakan. Ketika itu nggak dilaksanakan, kan nggak etislah," kata Ketua DPW PKS Jawa Barat Ahmad Syaikhu kepada wartawan, Sabtu (9/11/2019).

Dia mengatakan pembicaraan di DPP antara PKS dan Gerindra sudah final. Artinya, sudah ada kesepakatan kursi DKI-2 untuk PKS sebagai partai pengusung.

"Di DPP sih pembicaraan dengan Pak Prabowo sudah close, bahwa itu memang untuk DKI-2 buat PKS, apa lagi yang mau dibicarakan?" jelasnya.

Pria yang diusung sebagai cawagub dari PKS ini mengingatkan lagi soal etika politik yang harus dijaga. Jika kursi Wagub DKI sudah final untuk PKS, menurut Syaikhu, Gerindra sebagai koalisi atau partai pengusung di DKI semestinya membantu kelancaran proses pemilihan di DPRD DKI.

"Kalau memang itu untuk PKS, dorong dong untuk kelancaran PKS, bukan mencalonkan nama-nama lain," ujarnya.

Siap Mundur dari DPR

Sebelumnya Ahmad Syaikhu menyatakan siap mundur sebagai anggota DPR RI jika dipilih menjadi Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi DKI Jakarta.

"Kalau memang itu terjadi, saya siap mundur dari DPR RI," kata Ahmad Syaikhu pada Rapat Kerja Wilayah DPW PKS Jawa Barat, di Kota Bandung, Sabtu (19/10), seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, hingga saat ini PKS belum mencabut keputusan penunjukan dirinya untuk menjadi kandidat Calon Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta.

Syaikhu, dan Agung Yulianto ialah dua kader PKS yang menjadi dua kandidat Cawagub DKI Jakarta untuk mendampingi Gubernur DKI Anies Baswedan.

"Jadi sebenarnya hingga saat ini saya berpegang pada amanah DPP PKS, karena prosesnya yang berlarut-larut hingga saya dilantik jadi anggota DPR. Dan sepanjang belum ada pencabutan, SK ini tetap berlaku. Kecuali kalau DPP PKS mencabut dan memerintahkan konsentrasi di DPR RI, saya akan menerima," katanya.

"Namun hingga saat ini DPP PKS belum mencabut jadi calon Wakil Gubernur DKI. Ini tentu harus saya perjuangkan," lanjut dia.

Menurut dia, persoalan Wagub DKI Jakarta ada di tangan DPRD DKI Jakarta sehingga ia mendorong pembahasan itu jadi agenda prioritas setelah pembahasan alat kelengkapan dewan.

"Ini kan mungkin dijadwalkan dewan, kalau dewan serius memilih Wagub DKI. Kalau gak serius, sampai akhir masa jabatan pun enggak akan selesai," katanya.

 Komentar Sandiaga Uno

Sandiaga Uno Harapkan Ahmad Syaikhu Segera Menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta
 

Sebelumnya Sandiaga Salahuddin Uno mendoakan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu dapat segera menjabat wakil gubernur DKI Jakarta. Hingga saat ini jabatan tersebut masih kosong.

Harapan Sandi tersebut disampaikan saat menghadiri acara buka bersama Oke Oce Indonesia di Mal Pelayanan Publik Provinsi DKI Jakarta, Kamis (30/5/2019). Dalam acara itu, hadir Ahmad Syaikhu.

"Yang saya hormati Pak Ahmad Syaikhu yang paling asyik. Insyallah beliau dapat amanah di DKI, amin. Dan bisa mengembangkan Oke Oce ini lebih giat lagi ke depan, amin," kata Sandi.

 

Sementara itu Syaikhu mengucapkan terima kasih kepada Sandi yang telah memberikan motivasi dan doa agar proses pergantian Wagub DKI Jakarta bisa berjalan lancar. Mantan wakil wali kota Bekasi ini mengaku banyak belajar dari Sandi terkait tata kelola Kota Jakarta.

(antara/detik).

Keyword Ahmad Syaikhu