press enter to search

Rabu, 11/12/2019 02:39 WIB

Menhan Prabowo Bertemu Dubes AS, Arab Saudi dan Malaysia Hari Ini

Redaksi | Selasa, 12/11/2019 11:11 WIB
Menhan Prabowo Bertemu Dubes AS, Arab Saudi dan Malaysia Hari Ini Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menerima kunjungan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Duta Besar Arab Saudi dan Duta Besar Malaysia hari ini, Selasa (12/11).

Juru bicara Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut tak hanya Duta Besar, Prabowo juga akan bertemu dengan Wali dari Nangroe Aceh Darusalam.

"Betul. Dubes Amerika, Dubes Arab, dan juga Wali Nangroe Aceh," kata Dahnil kepada wartawan melalui pesan singkat.

Sebelum menjabat Menteri Pertahanan Prabowo pernah ditolak masuk ke AS. Pada tahun 2000, ia ingin menghadiri wisuda anaknya, Ragowo Hediprasetyo alias Didit Hediprasetyo, yang kuliah di salah satu universitas di Boston, Amerika Serikat, tapi dilarang.

Larangan Prabowo untuk pergi ke AS ketika itu diduga terkait dugaan pelanggaran HAM berat dalam kerusuhan Mei 1998 dan penculikan aktivis mahasiswa.

Prabowo telah membantah semua tuduhan itu. Kini, Prabowo telah diizinkan bepergian ke AS.

Dahnil tak menjelaskan secara rinci tentang poin yang akan dibahas Prabowo dengan Dubes AS dan Arab Saudi.

Hanya saja kata dia, sejak menjadi Menhan, Prabowo memang banyak menerima junjungan dari beberapa duta besar negara sahabat.

Selama pertemuan dan kunjungan itu, Prabowo lebih banyak membahas soal isu-isu di bidang pertahanan terkini.

"Belum ada hal spesifik. Dengan semua dubes beliau bicara tentang isu pertahanan baik regional maupun pertahanan," kata Dahnil.

Prabowo telah melakukan pertemuan dengan sejumlah duta besar negara tetangga, salah satunya dengan Duta Besar Rusia dan Duta Besar Korea Selatan.

Prabowo juga telah melakukan pemapran sejumlah program kerja di bidang pertahanan saat dirinya rapat kerja perdana dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/11) kemarin.

Dalam rapat itu, Prabowo menyampaikan keinginannya untuk memperkuat sistem pertahanan Indonesia dengan menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan demi menciptakan kekuatan cadangan dari para siswa dan mahasiswa. 

Dia juga memaparkan soal konsep Permesta dalam sistem pertahanan Indonesia. (ds/sumber CNN)