press enter to search

Rabu, 11/12/2019 02:15 WIB

Jokowi Siap `Gigit` Pengganggu Agenda Besar Pemerintah

Redaksi | Rabu, 13/11/2019 15:54 WIB
Jokowi Siap `Gigit` Pengganggu Agenda Besar Pemerintah Presiden Jokowi. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kembali soal rencana `menggigit` para pihak yang mengganggu dan `bermain-main` dalam menjalankan agenda besar pemerintah lima tahun ke depan.

Presiden menyebut bisa `menggigit` pihak-pihak itu dengan melaporkan ke KPK, Polri, serta Kejaksaan Agung.

"Kalau masih ada yang main-main, yang gigit saya sendiri. Lewat cara saya. Bisa lewat KPK, bisa, bisa lewat Polri, bisa lewat Kejaksaan, akan saya bisikin saja, di sana ada yang main-main," kata Jokowi dalam sambutan Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda 2019, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Jokowi mengatakan, agenda besar pemerintah lima tahun ke depan antara lain, penciptaan lapangan kerja dan memperbaiki kinerja ekspor dan impor. Dia mengingatkan kepada para pihak untuk tidak bermain-main dalam agenda besar pemerintah itu.

"Saya sudah wanti-wanti betul, Di area ini kalau masih ada yang main-main, saya gigit sendiri, akan saya gigit sendiri," ujarnya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan para penegak hukum juga harus mendukung agenda besar pemerintah itu. Dia lantas mengingatkan aparat penegak hukum tak menjerat orang yang tidak melakukan kesalahan.

Jokowi juga meminta penegak hukum tak menjerat pejabat atau pelaku-pelaku bisnis yang sedang berinovasi untuk kemajuan Indonesia.

"Karena tugas saudara-saudara adalah menggigit siapapun yang memiliki niat buruk untuk mengganggu agenda-agenda besar strategis bangsa kita," ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan tak akan memberi toleransi kepada aparat penegak hukum yang kerjaannya menakut-nakuti, mengganggu inovasi, hingga memeras para birokrat dan pejabat.

Dia mengaku banyak mendengar penegak hukum memeras pejabat dan pelaku usaha.

Jokowi pun mengaku akan menginventarisasi dan setelah itu melaporkan kepada Kapolri Jenderal Idham Azis serta Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk mencopot penegak hukum yang melakukan kriminalisasi pemerasan.

"Saya minta tolong cek, copot pecat, gitu saja sudah. Itu setop, yang kayak gitu setop, jangan diterus-teruskan," tuturnya.

Jokowi mengatakan bakal menggigit pertama kali saat menghadiri Kongres Partai NasDem pada Senin lalu (11/11). Dia mengaku tak ingin jajarannya selalu mengimpor komoditas tertentu.

Andai itu masih terjadi, dia akan mengambil tindakan.

"Jangan ada yang coba-coba menghalangi saya dalam menyelesaikan masalah yang tadi saya sampaikan. Pasti saya akan gigit, dengan cara saya," ujar Jokowi menambahkan. (ds/sumber CNN)