press enter to search

Sabtu, 07/12/2019 11:10 WIB

Ambon Diguncang 5 Kali Gempa, Warga Mengungsi ke Lereng Bukit

Redaksi | Rabu, 13/11/2019 16:27 WIB
Ambon Diguncang 5 Kali Gempa, Warga Mengungsi ke Lereng Bukit   Warga Ambon mengungsi ke lereng bukit pascagempa. (ist)

AMBON (Aksi.id) - Kota Ambon diguncang rentetan gempa dengan kekuatan bervariasi, Selasa (12/10) malam. Meskipun gempa tidak memicu gelombang tsunami, namun kejadian itu membuat panik warga.

Aktivitas perekonomian warga terlihat berjalan normal kembali. Pusat-pusat perbelanjaan masih buka untuk melayani warga yang datang untuk membeli kebutuhan pokok.

"Kami semua termasuk warga yang sedang berbelanja sempat panik dan berhamburan keluar bangunan, tetapi setelah itu kembali beraktivitas seperti biasa," ujar Jenny salah satu pelayan supermarket, Rabu (13/11).

Begitu juga para pedagang kuliner yang berjualan di sejumlah ruas jalan utama di Kota Ambon maupun restoran, cafe dan warung kopi masih terlihat buka dan dipenuhi warga.

Angkutan kota (angkot) berbagai jurusan juga masih terlihat beroperasi untuk mengangkut penumpang. Sedangkan aktivitas di pasar Mardika yang sempat sepi saat gempa terjadi, juga terlihat mulai ramai kembali.

Warga Mengungsi ke Pegunungan

Warga yang sebelumnya mengungsi ke daerah ketinggian (lereng bukit) seperti Kudamati dan Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, juga terlihat sudah kembali ke rumah masing-masing.

"Kami sekeluarga tadi sempat mengungsi ke rumah keluarga di kawasan Kudamati karena khawatir terjadi gempa susulan, tetapi sekarang sudah kembali lagi ke rumah karena suasana sudah normal," kata Norce, warga Air Putri, Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe.

Tercatat, lima gempa bumi tektonik beruntun mengguncang wilayah pulau Ambon dan sekitarnya, Selasa malam yang membuat panik masyarakat. Situs BMKG merilis, sebanyak lima kali gempa beruntun terjadi pada pukul 19.10.42 WIT dengan magnitudo 5,1.

Episenter gempa terletak pada koordinat 3.49 LS dan 128.35 BT , atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 29 km arah timur Laut Kota Ambon, Maluku pada kedalaman 10 km.

Selang waktu delapan menit pukul 19.18.46 WIT gempa kembali mengguncang dengan magnitudo 3.3 dengan lokasi 3.56 LS -128.26 BT, tepatnya di 17 KM timur laut Ambon, 26 KM barat daya Kairatu -SBB pada kedalaman 10 KM.

Gempa ketiga dirasakan 12 menit selanjutnya dengan kekuatan 2.7 pada pukul 19.30.14 WIT, di lokasi 3.75 LS - 128.3 BT, pusat gempa berada di 19 KM timur laut Ambon dan 26 KM selatan Kairatu pada kedalaman 10 KM.

Selanjutnya pukul 19.52.12 WIT gempa dengan kekuatan 3.0 kembali mengguncang pada lokasi 20 KM timur laut Ambon dan 24 KM barat daya Kairatu, lokasi 3.53 LS-128.25 BT kedalaman 10 KM.

Gempa susulan selanjutnya dengan magnitudo 3.5, pukul 19 20:01:43 WIT, Lokasi 3.58 LS-128.27 BT di 16 km timur laut Ambon, 28 km selatan Kairatu-SBB, kedalaman 10 KM.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan mendatar (Strike Slip).

Bangunan rusak, 1 Tewas

Gempa berkekuatan magnitudo 5,1 itu membuat sejumlah bangunan rusak dan mengakibatkan satu orang tewas.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo dampak gempa membuat kerusakan pada bangunan di beberapa titik.

Dampak gempa itu berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku melaporkan per Rabu (13/11) ini.

"Dampak kerusakan dalam kategori rusak ringan yang telah diidentifikasi di lapangan, yakni Rumah Susun Waiheru di Kecamatan Baguala; gedung Maluku City Mall; dan Masjid di Gunung Malintang, Kecamatan Sirimau, kota Ambon," kata Agus dalam keterangan rilisnya, Rabu (13/11).

Di samping kerusakan bangunan, guncangan juga menyebabkan monumen patung Leo Leimena rusak. Monumen tersebut berlokasi di Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Agus menambahkan, BPBD Provinsi Maluku melaporkan satu orang meninggal dunia karena serangan jantung pasca gempa. Korban bernama Ibrahim Bugis yang tinggal di Tantui Kampung Jawa, Kota Ambon itu diduga mengalami serangan jantung setelah kaget dengan guncangan gempa.

Lebih jauh Agus menjelaskan bahwa  khususnya mereka yang dirawat di RS GPM Ambon. Merespon kondisi tersebut, BPBD Kota Ambon berinisiasi untuk mendirikan tenda di sekitar rumah sakit.

Upaya lain, BPBD Provinsi Maluku terus melakukan koordinasi dengan tiga wilayah yang sebelumnya terdampak gempa, yaitu Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, dan Seram Bagian Barat. (ds/antara/merdeka)