press enter to search

Rabu, 11/12/2019 17:54 WIB

4 Polisi Korban Bom Medan Naik Pangkat, 12 Orang Ditangkap

Redaksi | Kamis, 14/11/2019 22:22 WIB
4 Polisi Korban Bom Medan Naik Pangkat, 12 Orang Ditangkap Bom Medan

MEDAN (Aksi.id) - Sebanyak empat anggota polisi yang terluka akibat bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11) pagi, akan mendapat kenaikan pangkat luar biasa.

Keempat polisi tersebut adalah Kasi Propam Polrestabes Medan Kompol Abdul Mutolip mengalami luka tangan kanan robek; Kasubbag Bin Ops Polrestabes Medan Kompol Sarponi luka robek bokong sebelah kanan.

Lainnya adalah Staf Propam Polrestabes Medan Aipda Deni Hamdani luka terkena serpihan; Staf Propam Polrestabes Medan Bripka Juli Chandra Siregar telinga sebelah kanannya tak bisa mendengar.

"Untuk penanganan di rumah sakit, pemerintah akan menanggung semua. Para korban akan diberi tali asih. informasinya juga, para korban yang Polri akan diberikan penghargaan, mungkin bisa kenaikan pangkat luar biasa, bisa jadi sekolah," kata Wakapolda Sumut Brigjend Pol Mardiaz Kusin.

Selain empat korban polisi, ada dua korban luka berstatus warga sipil. Mereka adalah Richard Purba, pekerja harian lepas Polrestabes Medan di Bag Ops mengalami luka memar di wajah dan lengan dan Ihsan Mulyadi Siregar, mahasiswa, mengalami luka di pinggul sebelah kiri karena terkena serpihan.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat II Medan, Kombes Pol dr A.Ginting mengatakan keenam korban saat ini menjalani masa penyembuhan.

"Keenam korban ini kategori ringan-sedang dan sudah ditangani dengan baik. Semuanya tidak ada dirujuk ke rumah sakit lain. Sejauh ini ini tidak ada lagi keluhan, hanya menunggu penyembuhan," ungkapnya.

Ginting menerangkan dari enam orang korban, tiga di antaranya harus menjalani operasi dan semua berhasil. Salah satunya dilaksanakan penyambungan tendon atau urat otot yang sempat putus pada salah satu pasien.

"Jadi sudah berhasil dilakukan oleh tenaga bedah ortopedi di RS Bhayangkara. Satu lagi pasien mengalami luka bakar dan sudah dilakukan debridement (pengangkatan secara medis jaringan yang mati atau rusak) dan hasilnya cukup memuaskan begitu baik dan kita menunggu penyembuhan selanjutnya," terangnya.

12 Orang Ditangkap

Bom bunuh diri terjadi di Mapolrestabes Medan kemarin pagi. Terduga pelaku peledakan berinisial RMN tewas. Sejak kejadian itu polisi telah mengamankan 12 orang masih terus bergerak memburu sejumlah orang yang ada kaitannya dengan terduga pelaku.

"Hingga sore ini Kamis (14/11) petugas kepolisian telah mengamankan sebanyak 12 orang untuk dimintai keterangannya lebih lanjut," kata Mardiaz.

Tim Gabungan yang terdiri dari personel Polda Sumut, Polrestabes Medan dibantu Densus 88 Mabes Polri terus bergerak melakukan penyelidikan pascainsiden itu.

"Dari 12 orang yang sudah diamankan tersebut, sejauh ini belum ada satupun yang ditetapkan sebagai tersangka," jelasnya.

Dua belas orang itu, kata Mardiaz, terdiri dari orang tua dari pelaku, mertua, istri, kakak, dan kemudian tetangga.

"Saat ini (semuanya) masih kita periksa, statusnya masih saksi," jelasnya.

Lebih lanjut Mardiaz menyebut sejak Rabu kemarin, polisi terus bekerja insentif dan melakukan pengejaran terhadap beberapa orang yang ada kaitannya dengan pelaku. Dari penggeledahan di sejumlah lokasi, pihaknya juga turut mengamankan barang bukti yang dicurigai berbahan peledak.

"Dari rumahnya ada ditemukan beberapa barang bukti berupa pipa yang diisi dengan kandungan kimia, kemudian panah beracun, dan juga alat las dari rumah tersebut," terangnya.

Sementara itu, sambung Mardiaz, dari hasil interogasi terhadap Dewi, istri pelaku, selama ini mereka ada melakukan pengajian eksklusif. Namun ia menegaskan hal ini masih perlu pendalaman lanjut.

"Ini tentunya masih kita dalami motif-motifnya, apakah ada kaitan dengan kejadian bom. Kalau masalah pengajian, si istri bergabung dengan pelaku dan kawanan pelaku, ini juga sedang kita dalami,"katanya. (ds/sumber CNN)