press enter to search

Rabu, 11/12/2019 18:40 WIB

Menteri Erick Kecewa Ada Direksi BUMN Merugi Malah Ngajak Makan di Restoran Mewah

Dahlia | Rabu, 20/11/2019 21:42 WIB
Menteri Erick Kecewa Ada Direksi BUMN Merugi Malah Ngajak Makan di Restoran Mewah Menteri BUMN Erick Thohir (foto:ist)

JAKARTA (aksi.id) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir merasa kecewa terhadap beberapa direksi. Dia diketahui menegur direksi BUMN yang masih merugi lantaran mengajaknya makan di restoran mewah di Jalan Thamrin, Jakarta.

Hal itu terungkap dari pernyataan Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, saat berbincang dengan media di kantornya, Rabu (20/11/2019).

“Pak Erick juga sempat keras ngomong beliau katakan pernah dia ke salah satu restoran di Thamrin bertemu dengan eksekutif BUMN, makan ditempat cukup mahal mewah tapi ketika dilihat keuangan BUMN tersebut rugi,” kata Arya.

“Bukan tidak boleh (makan di restoran mewah) untuk sesuatu yang layak kita dapatkan tapi harus punya hati dan akhlak ketika perusahaan rugi ya mereka ikut prihatin gaya hidup,” ujar Arya.

Arya mengatakan juga, kerugian dari BUMN ini yang bertanggung jawab adalah negara. Oleh sebab itu, pesan dari Erick, yakni akhlak baik harusnya dimiliki dalam mengelola BUMN.

“Cukup keras pesannya [Erick Thohir] ke direksi BUMN,” terangnya.

Daftar BUMN Sakit

Berdasarkan catatan, dari Perusahaan Pengelola Aset (PPA) ada 10 perusahaan yang tengah diperbaiki neracanya.

PPA menyebutkan tengah menyiapkan sejumlah rencana guna menyehatkan 10 perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang saat ini menjadi ‘pasiennya’

Dari jumlah tersebut, beberapa di antaranya adalah PT Merpati Nusantara Airlines, PT Kertas Leces, PT Survai Udara Penas, PT Industri Gelas, dan PT Industri Sandang Nusantara.

Direktur Konsultasi Bisnis dan Aset Manajemen PPA, Dikdik Permadi Yoffana, mengatakan terdapat beberapa perusahaan yang menjadi prioritas penyehatan saat ini, terkecuali untuk Kertas Leces karena sudah tahapan pailit.

PPA menyiapkan rencana pengembangan bisnis baru untuk BUMN yang saat ini dikelolanya.

“Timeline-nya yang paling cepat salah satunya Leces. Bukan cepat lagi tapi udah pailit itu tunggu lelang aset saja lalu selesaikan kewajibannya kepada kreditor,” kata Dikdik di Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/11/2019).

Berikut BUMN yang tengah ‘disembuhkan’:
PT Kertas Leces
PT Merpati Nusantara Airlines
PT Industri Gelas
PT Industru Sandang Nusantara
PT Survai Udara Penas
PT Dirgantara Indonesia
PT PAL Indonesia
PT Nindya Karya
PT Industri Kapal Indonesia
PT Kertas Kraft Aceh.
(ds/sumber CNBC)