press enter to search

Rabu, 11/12/2019 18:26 WIB

Wali Kota Jakut: Tak Ada Pengungsi di Gusuran Sunter

Redaksi | Kamis, 21/11/2019 12:29 WIB
Wali Kota Jakut: Tak Ada Pengungsi di Gusuran Sunter Penggusuran. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko menyatakan, tidak ada warga yang terlantar usai penggusuran di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Menurut Sigit, warga dan pemerintah sudah melakukan komunikasi sebelum penggusuran, sehingga warga tidak menentang. "Tidak pernah ada pengungsian di sana," kata Sigit, Kamis (21/11).

Sigit mengungkapkan pembongkaran dilakukan langsung dengan melibatkan warga dan pemerintah daerah.

Dia juga menegaskan kawasan yang digusur tersebut bukan kawasan permukiman, melainkan kawasan usaha. Sehingga, sambungnya, tidak ada warga yang terdampak dari penggusuran tersebut.

"Di AP [Jalan Agung Sunter] 8 adalah lapak usaha. Penataan sudah dikomunikasikan dalam waktu yang lebih dari cukup," ujar Sigit.

Diungkapkan Sigit pada hari pertama penertiban ada sekitar 35 lapak yang ditata Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Penataan dibantu langsung oleh pemilik, Petugas Prasarana Sarana Umum dan Satpol PP.

"[Pemprov] apresiasi pada saat penataan dikerjakan, warga memindahkan barang usaha dan membongkar lapak usahanya," sambungnya.

Sebelumnya, warga Sunter yang mengaku terkena penggusuran menyayangkan sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menggusur kawasan mereka. Padahal, mereka mengatakan saat kampanye Pilkada DKI 2017, Anies berjanji tidak akan melakukan penggusuran.

"Kami semua pendukung Anies, tapi kenapa digusur, katanya dulu tidak ada penggusuran saat kampanye," kata salah seorang warga, Subaidah, Sabtu (16/11).

Subaidah sendiri mengklaim sebagai pendukung Anies pada saat Pilgub sebelumnya. Namun hal itu dibantah Sigit. Ia mengungkapkan tidak ada warga yang berstatus pemilih sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) di tempat yang digusur.

"Cek saja, di daftar pemilih sementara maupun daftar pemilih tetap, mereka ada nggak? Orang ikut pemilu aja enggak kok," tutup dia. (ds/sumber antara/CNN)