press enter to search

Senin, 09/12/2019 06:24 WIB

Istana Tak Setuju BNN Dibubarkan

Redaksi | Jum'at, 22/11/2019 16:27 WIB
Istana Tak Setuju BNN Dibubarkan Ilustrasi. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Komisi III DPR RI mengkritisi kinerja Badan Narkotika Nasional (BNN) hingga mengusulkan untuk dibubarkan. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengaku tak setuju dengan usulan tersebut.

Moeldoko justru ingin agar BNN semakin diperkuat. "Menurut saya jangan (dibubarkan). Saran saya bukan dibubarkan, tapi justru kita optimalisasi peran-peran BNN itu. Kalau memang ada yang kurang di mana kurangnya," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/11).

Mantan Panglima TNI itu mengatakan bahwa narkoba adalah ancaman nyata bagi masyarakat dan harus segera diberantas. Apabila BNN dibubarkan, dia khawatir ancaman narkoba di Indonesia akan semakin mengerikan.

"Saya pikir ancaman, kalau dalam militer ini ancaman nontradisional yang perlu segera diatasi persoalan narkoba. Itu ancaman nyata," ucap Moeldoko.

Kendati begitu, Moeldoko mengaku pihak Istana belum akan turun tangan terkait usulan pembubaran BNN oleh Komisi III DPR. Dia menilai persoalan tersebut bisa diselesaikan lewat dialog.

"Saya pikir nanti komisi yang bertanggung jawab akan itu akan berdialog lah, mencari jalan terbaik, yang terpenting ada penguatan, bukan pembubaran," jelas dia.

Nilai Kinerja BNN Buruk

Sebelumnya, Komisi III DPR RI menyarankan BNN baiknya dibubarkan bila kerjanya buruk. Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menyebut usulan tersebut harus dikaji mendalam.

"Kalau soal itu kan perlu kajian lagi yang lebih spesifik. Menurut saya, karena badan narkotika ini di mana-mana, di beberapa negara maju maupun yang lain itu ada badannya sendiri," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Menurut Waketum Gerindra tersebut, tingkat narkotika di Indonesia masih tinggi. Sehingga BNN masih diperlukan. Daripada dibubarkan, kata Dasco, lebih baik BNN dievaluasi jika kerjanya belum sesuai harapan.

"Saya pikir daripada dibubarkan ya kita evaluasi, apa yang kurang kita tambah, apa yang perlu dicukupi kita cukupi," tandas Dasco. (ds/sumber liputan6)