press enter to search

Senin, 16/12/2019 09:22 WIB

Target Beroperasi Jalur Layang Kereta Medan-Kualanamu Sebelum Natal 2019

Dahlia | Selasa, 26/11/2019 07:50 WIB
Target Beroperasi Jalur Layang Kereta Medan-Kualanamu Sebelum Natal 2019 Foto: istimewa

JAKARTA (aksi.id) – Kementerian Perhubungan menargetkan jalur layang kereta api (KA) Bandara Medan-Kualanamu sudah dapat digunakan dalam waktu dekat. Bahkan sudah dapat dipakai sebelum Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini.

“Tadi sih sebelum Natal kalau bisa sudah bisa kita operasikan,” kata Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Zulfikri menjelaskan, berbagai syarat yang dibutuhkan untuk memastikan kelaikan jalur layang tersebut pun sudah diperoleh. Termasuk pernyataan laik dari Komisi Keselamatan Jembatan Terowongan Jalan (KKJTJ).

“Karena dari sisi kelaikan sudah siap semua. Terakhir adalah masalah jalan layangngnya. Dari Komisi Keselamatan Jembatan Terowongan Jalan (KKJTJ) itu sudah memberikan rilis untuk kelaikan ini,” ujar dia.

Dia pun memastikan, waktu tempuh menjadi lebih cepat dengan pengoperasian jalur layang tersebut. Hal tersebut berdasarkan simulasi yang dijalankan pihaknya.

“Jarak tempuh saya kira sama tapi kalau waktu justru harusnya lebih cepat. Jadi kalau kemarin itu sekitar, simulasi kita yang semula 32 menit dengan yang baru ini 28 menit. Jadi ada tambahan kecepatan 4 menit. Karena persilangan sudah tidak ada lagi di lintas layang,” tutupnya.

Jalur layang kereta api ini sebelumnya telah ditargetkan beroperasi pada April 2019. Bahkan, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara tengah melakukan pengujian untuk pengoperasian itu.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara, Fakhrul Rivai Hasibuan mengatakan, pengujian itu mengiringi finishing pengerjaan jalur layang kereta api itu. Pada April lalu, pembangunannya disebutkan sudah mencapai 98 persen dan akan rampung April 2019.

Perpindahan operasional kereta api ke jalur layang diharapkan dapat mengurangi frekuensi di jalur bawah.

“Sebelumnya mungkin setiap setengah jam ada kereta api melintas, karena selesai jalur layang ini. Mungkin per 2 jam baru ada kereta api melintas di bawah,” sebutnya. [dan/merdeka.com]