press enter to search

Jum'at, 02/10/2020 03:24 WIB

Bopong Barang Penumpang di Stasiun KA, Porter: Kadang Dikasih Rp10.000

Dahlia | Rabu, 27/11/2019 14:58 WIB
Bopong Barang Penumpang di Stasiun KA, Porter: Kadang Dikasih Rp10.000 Foto: Fahmi/aksi.id/BeritaTrans.com

BEKASI (aksi.id) – Berseragam biru oranye dengan tulisan “Porter” berikut angka “13″. Terdapat tulisan nama di bagian depan. Tak ketinggalan mengenakan bet pada kantong depan yang menjelaskan bahwa mereka memiliki izin dan merupakan bagian dari stasiun.

Jasanya sangat dibutuhkan untuk lansia atau keluarga atau untuk mengangkat barang-barang entah itu barang dagangan, koper, kardus, dan apapun itu milik penumpang KRL atau kereta jaeak jauh, yang turun di stasiun.

Dia adalah Karto, 59 Tahun, warga Pintu Air, Bekasi ini setiap hari menanti kereta untuk panggulan barang, dia terus mengitari seluruh emplasemen pada stasiun Bekasi Barat, Jawa Barat.

102720197366

Lelaki yang sudah 4 tahun menjadi penyedia jasa pengangkat barang-barang ini dulunya adalah seorang pedagang tisu di lampu merah.

Bermodal tenaga yang ektra kuat,
dia terus menawarkan jasanya untuk digunakan oleh orang-orang yang membutuhkan dan harus dilakukan dengan cepat untuk mengantarkan barang ke luar stasiun atau tempat yang sudah disepakati antara pengguna jasa dan porter.

Para porter ini tidak menentukan tarif untuk berat barang dan banyaknya barang yang akan diangkut, walaupun bayaran kerap ditawar dia tetap melayani demi pendapatan yang harus ada.

“Paling banyak orang ngasi Rp25 ribu ke depan stasiun, kalo paling kecil Rp10 ribu, itupun paling kecil biasanya orang nawar dulu, tidak dipatok tarif sepersekian berapalah, ” ceritanya saat ditemui BeritaTrans.com dan Aksi.id, Senin, 25/11/2019.

“Entar rezeki yang kedua mana tahu dapet gedean, entar suka ditambahin juga sama orang” Tambahnya

Di Stasiun Bekasi Barat, terdapat 21 porter yang bekerja dibagi 3 sift waktu, terdiri dari 7 orang. Mereka siap memberikan jasa memanggul barang bawaan penumpang.

Ayah dari 4 orang anak ini mengaku tidak ada terget dalam menentukan pendapatan, dia bersama teman-temannya sesama porter harus rajin menawarkan jasa pangulnya.

1027201973629

“Misalnnya ni ada orang yang bawaannya  kagak bisa pakai 1 orang ya terpaksa kita gotong-royong lah kerjanya,” Jelas Karto.

Ia juga menuturkan bahwa modal awal sebelum menjadi porter ialah harus menyicil seragam seharga Rp 250 ribu dan bergabung bersama teman-teman sesama porter. (fahmi).