press enter to search

Kamis, 23/01/2020 19:10 WIB

Refleksi 14 Tahun MOU Perdamaian Aceh, HMI-Lhokseumawe Gelar Diskusi Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat

Redaksi | Kamis, 28/11/2019 00:16 WIB
Refleksi 14 Tahun MOU Perdamaian Aceh, HMI-Lhokseumawe Gelar Diskusi Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat Himpunan Mahasiswa Islam(HMI) cabang Lhokseumawe-Aceh Utara menggelar diskusi publik terkait dengan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh usai 14 tahun Perdamaian

Lhokseumawe (Aksi.id) - Himpunan Mahasiswa Islam(HMI) cabang Lhokseumawe-Aceh Utara menggelar diskusi publik terkait dengan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh usai 14 tahun Perdamaian di Aula Sekda Kota Lhokseumawe, Aceh.

Diskusi bertema "Perdamaian Aceh Guna Meningkatkan Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Aceh dalam bingkai NKRI" menghadirkan pemateri yakni Tgk Khaidir Abdurrahman, SIP.MAP mantan anggota DPR RI 2014-2019, akademisi Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh Yulius Dharma. S.Ag., M.Si dan Ismet Rahmatullah. S.Sos Kasdim 0103 Aceh Utara, juga turut hadir 150 peserta perwakilan Mahasiswa dan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Dalam rilis yang diterima Aksi.id bahwa, M.Atar selaku ketua Himpunan Mahasiswa Islam(HMI) dalam pidatonya mengungkapkan penandatanganan MOU adalah bukti otentik bahwa Aceh sudah menyatakan untuk berdamai.

"Akibat dari proses Perdamaian tersebut kita bisa melihat secara langsung perubahan yang signifikan terjadi di Aceh seperti halnya Pembangunan yang kian terbangun demi terwujud kesejahteraan rakyat." Katanya dalam pembukaan diskusi, Rabu, (26/11/2019).

Dia mengajak MOU perdamaian itu terus kita dengungkan kembali agar pemimpin generasi ini untuk bisa memperhatikan dan mempercantik cita-cita perdamaian.

Dia juga melihat kesejahteraan masyarakat  tampaknya masih belum terwujud seutuhnya, oleh karena itu Atar meminta dalam diskusi publik kali ini harus menghasilkan satu konsep/gagasan upaya untuk menciptakan kesejahteraan, melalui cita-cita perdamaian.

Wakil walikota Lhokseumawe, dalam hal ini diwakili oleh Mahrat Syah dalam diskusinya mengatakan sudah 14 tahun damai di Aceh, Lhokseumawe menjadi kawasan yang memiliki keamanan yang kondusif dan terus meninggkatkan keamanan di lingkungan pemkot kota ini.

"Dari segi ekonomi memang saat ini terus kita lakukan pembenahan demi terwujudnya keseimbangan antara nilai perekonomian nasional," Katanya.

Dalam rangkaian diskusi itu, akademisi Yulius Dharma mengungkapkan indikator kesejahteraan dalam meningkatkan ekonomi yakni, harus terwujudnya masyarakat yang mengkonsumsi barang pokok, kemudian barang tambahan juga harus terpenuhi dan barang berharga juga harus terpenuhi pada setiap individu masyarakat.

"Jika tiga indikator tersebut terpenuhi maka akan terwujud masyarakat sejahtera yang dicita-citakan oleh perdamaian Aceh," imbuhnya.(fahmi)

Artikel Terkait :

-