press enter to search

Jum'at, 07/08/2020 21:47 WIB

Geger Penemuan Logam Diduga Peninggalan Bung Karno, Ternyata Cuma Kuningan

Redaksi | Kamis, 28/11/2019 11:34 WIB
Geger Penemuan Logam Diduga Peninggalan Bung Karno, Ternyata Cuma Kuningan Penemuan harta di Bone, Sulsel. (ist)

BONE (Aksi.id) - Polisi menyelidiki penemuan batangan logam dan kepingan koin berwarna kuning keemasan yang menggegerkan warga Desa Pinceng Pitu, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Harta karun yang diduga peninggalan Presiden Pertama Indonesia Soekarno atau Bung Karno itu dibawa untuk diuji kadar logamnya.

"Kita langsung bawa ke salah satu pedagang emas yang ada di Kota Makassar untuk membuktikannya," kata Kasat Intelkam Polres Bone, AKP Surahman, Rabu (27/11).

Dia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan kadar logam harta karun yang diklaim sebagai peninggalan presiden pertama itu tidak menunjukkan sedikitpun mengandung logam mulia.

"Tidak mengandung emas sama sekali. Itu hanya besi titanium kuningan," jelas Made.

Setelah menginterogasi Kepala Desa Pinceng Pute, Sudirman, polisi menjelaskan bahwa batangan logam dan kepingan koin itu bukanlah harta karun peninggalan Soekarno. Benda itu juga bukan ditemukan dari wangsit atau mimpi, melainkan hanyalah koleksi pribadi miliknya dan kawannya.

"Ada beberapa orang yang punya itu barang, dititip di Kades itu untuk dijual ke kolektor. Semua benda itu sekarang disimpan di rumah Kades," ucapnya.

Berdasarkan data yang diterima, adapun jenis-jenis logam yang diklaim sebagai harta karun peninggalan Soekarno itu adalah dua batangan logam berlogo Presiden Sukarno, tiga batangan logam dengan logo tulisan London tahun 1818, 27 kepingan koin logo pedang, delapan kepingan koin berlogo Garuda, sebuah keris ukuran sedang, dan lima batu permata.

Sebelumnya, warga Desa Pinceng Pute dihebohkan dengan penemuan harta karun berupa batangan logam dan kepingan koin berwarna kuning keemasan. Batangan logam dan kepingan koin tersebut diduga merupakan harta peninggalan Soekarno.

"Yang pertama kali menemukannya adalah Kepala Desa Pinceng Pute, namanya Sudirman," kata Andi Yusril, warga setempat.

Yusril menjelaskan bahwa dari informasi yang ia terima, Sudirman menemukan harta karun itu setelah dia mendapat wangsit melalui mimpi beberapa waktu lalu. Sudirman pun lalu menggali tanah kebun di lahan miliknya dan menemukan harta karun tersebut.

"Dia mengaku kalau di situ masih banyak emas lagi, tapi harus pakai ritual dulu," jelas Yusril.

Informasi penemuan harta karun itu pun tersebar luas, bahkan hingga ke telinga kolektor barang antik dari luar negeri. Warga yang mengetahui informasi ini juga berbondong-bondong mendatangi kebun milik Sudirman untuk melihat penemuan batangan logam dan kepingan koin bergambar Sukarno tersebut.

"Ramai karena digelar ritual Mappadekko dengan menyembelih tujuh ekor kambing dan kuda. Pak Sudirman yang pimpin langsung, ada juga kolektor barang antik dari Malaysia yang datang, entah Dato siapa namanya," Yusril menjelaskan.

Ritual itu bertujuan agar lempengan logam dan kepingan koin lainnya bisa ditemukan. Sementara harta karun berupa lempengan logam dan kepingan koin yang ditemukan sebelumnya kini disimpan di kediaman milik Kepala Desa Pinceng Pute, Sudirman.

"Warga yang melihat langsung sih peracaya kalau itu emas," Yusril memungkasi. (ds/sumber liputan6)