press enter to search

Senin, 16/12/2019 09:34 WIB

Balitbanghub Dorong Peran Angkutan Laut untuk Daerah 3TP

Dahlia | Kamis, 28/11/2019 14:38 WIB
Balitbanghub Dorong Peran Angkutan Laut untuk Daerah 3TP Foto: istimewa

JAKARTA (aksi.id) – Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) doring peran angkutan laut untuk daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan (3TP).

Angkutan laut merupakan tulang punggung dalam rangka mendukung konektivitas antarpulau, baik pada pulau yang tersedia fasilitas sarana dan prasarana transportasi laut, maupun belum tersedia.

Kementerian Perhubungan, melalui Ditjen Perhubungan Laut menyediakan angkutan laut bersubsidi yang meliputi subsidi angkutan barang tol laut, kapal perintis, dan kapal ternak.

Dalam rangka mendukung angkutan laut bersubsidi ini, pada tahun 2019 subsidi yang diberikan mencapai Rp1,2 triliun, untuk melayani luas wilayah layanan yang cukup luas dan banyaknya jumlah kapal yang mengoperasikan pelayanan subsidi.

“Saat ini tercatat total 138 kapal yang melayani trayek subsidi, yang terdiri atas 19 kapal tol laut, 113 kapal perintis, dan 6 kapal ternak. Jumlah tersebut di luar 26 kapal PT. Pelni yang memperoleh tugas untuk mengangkut penumpang dengan skema public service obligation (PSO). Sedangkan, pada 2018, banyaknya kapal yang melayani pelayanan bersubsidi sekitar 120 unit,” urai Kepala Baltibanghub Sugijardo diwakili Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Antarmoda M. Yugihatiman di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Kegiatan angkutan laut yang bersubsidi ini, kapal-kapal yang melayani tersebar di seluruh pangkal-pangkalan dan bergerak ke rute-rute atau jaringan yang dilayani.

Harapannya, kedepan adanya monitoring atau supervisi dapat dilakukan, untuk lebih mempercepat verifikasi subsidi.

“Biaya subsidi yang dikeluarkan oleh Pemerintah cukup besar, perlu ada evaluasi terkait pengeluaran dikurangi pendapatan dari tiket atau muatan,” ungkapnya di sela membuka Focus Group Discussion dengan tema “Strategi Penyelenggaraan Transportasi Laut Bersubsidi Bagi Daerah 3 TP”.

Kemenhub telah menyiapkan anggaran subsidi angkutan laut pada tahun 2019 mencapai Rp1,2 triliun, dimana jumlah tersebut terbagi atas anggaran subsidi angkutan laut perintis Rp943 miliar, tol laut Rp222 miliar, dan angkutan kapal ternak Rp40 miliar.

Selanjutnya pada operasionalnya, antara kapal tol laut, kapal perintis, atau kapal ternak, saling bersinergi, dalam memberikan pelayanan.

Rute semua kapal tol laut dipastikan ada konektivitas dengan kapal perintis, agar bila terjadi kendala pada saat cuaca ekstrem, kapal rusak, atau terkait ukuran dan kemampuan dermaga di suatu wilayah tetap ada pelayanan.

“Semua ini guna mendukung konektivitas dan pelayanan angkutan laut. Pada prinsipnya, layanan masih bisa masuk ke pelabuhan-pelabuhan di kepulauan T3P, sepanjang di sana ada kargo yang diangkut (in) dan kargo yang muat (out).

Dukungan dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Perdagangan dan Dinas Perhubungan setempat dalam menginformasikan kepada Ditjen Perhubungan Laut adanya barang muatan yang harus dibawa dari dan ke luar wilayahnya, armada kapal tol laut akan bergerak memberikan pelayanan dan menyesuaikan dengan kondisi dermaga agar barang muatan (kargo) dapat diangkut.

Untuk mendukung konektivitas antarpulau, kegiatan pelayanan suatu kapal perlu disesuaikan dengan level konektivitas pada tol laut yang mencapai 4 level. level 1 adalah kapal utama 100 TeUs atau 200 Ton, berangkat dari pelabuhan asal ke pelabuhan tujuan.

Untuk level 2 adalah kapal feeder yang membawa kontainer lanjutan di pelabuhan tujuan ke pelabuhan pengumpan. Apabila dibutuhkan ada level 3 dimana peran kapal perintis dan kapal ASDP difungsikan mulai membawa mini kontainer ke pelabuhan lokal.

Terakhir level 4 pengoperasian kapal LCT dengan berat GT 50 dan Pelayaran Rakyat (Pelra) dengan berat GT 35 untuk melanjutkan angkutan menggunakan kapal yang lebih kecil ke pulau kecil sekitarnya.

“Dengan adanya FGD ini, diharapkan dapat memeroleh masukan dari berbagai pihak (stakeholder) terkait bagaimana mendorong program tol laut bukan hanya port to port, tapi sampai end to end (langsung sampai ke konsumen), sehingga diharapkan masyarakat di daerah yang dilewati tol laut merasakan harga yang terjangkau, terutama daerah di 3 TP,” tutur Yugihatiman. (omy)

Keyword Balitbanghub