press enter to search

Senin, 16/12/2019 08:56 WIB

Warga Bentrok di Buton Sultra, 1 Orang Tewas dan Puluhan Rumah Dibakar

Redaksi | Kamis, 28/11/2019 16:08 WIB
Warga Bentrok di Buton Sultra, 1 Orang Tewas dan Puluhan Rumah Dibakar Sejumlah rumah habis terbakar akibat bentrokan dua kelompok warga di Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. (ist)

BUTON (Aksi.id) - Warga dua desa di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara terlibat bentrokan yang menyebabkan puluhan rumah terbakar dan ratusan warga mengungsi.

Kabid Humas Polda Sultra AKB Harry Goldenhardt menjelaskan, bentrokan ini berawal dari penganiayaan dua warga, yakni Hidayat Hamza (21) dari Desa Mataneo, Kecamatan Sangia Wambulu dan LD Z (16) warga Kelurahan Tolandona, Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah.

Keduanya datang di sebuah acara musik di Dusun Potoa Desa Wadiabero, Kecamatan Gu. Saat acara berlangsung, keduanya dianiaya warga lainnya. Akibatnya, Hidayat Hamza meninggal dunia usai kena tikam senjata tajam.

"Sedangkan korban lainnya adalah pelajar berinsial LD Z selamat dalam peristiwa penganiayaan itu," kata Harry, Kamis (28/11).

Akibat penganiayaan itu, Rabu malam sekira pukul 22:30 WITA, pemuda asal Kelurahan Tolandona datang menyerang ke Desa Wadiabero Kecamatan Gu.

Selain mencari terduga pelaku penikaman, pemuda asal Kelurahan Tolandona ini juga membakar rumah diduga pelaku.

"Sebanyak 54 personel dari Polri dari Polres Baubau, Polsek Sangia Wambulu, Polsek Gu, Polsek Lakudo dibantu TNI dipimpin langsung Kabagops, mengamankan situasi," jelasnya.

Untuk meredam amuk massa, salah satu warga Wadiabero, Kecamatan Gu terduga pelaku penikaman bernama Imran (19) ditangkap polisi.

Atas perbuatannya, terduga pelaku disangkakan pasal 351 ayat (3) KUHP penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seseorang dengan ancaman pidana tujuh tahun penjara.

Berdasarkan catatan kepolisian, total ada 25 rumah terbakar dan sekitar 18 rumah rata dengan tanah. Selain itu, satu unit rumah toko (ruko) ikut dibakar, 12 unit motor terbakar berikut satu unit bengkel.

Selain itu, sebanyak 278 warga dari 61 kepala keluarga (KK) mengungsi akibat peristiwa ini.

Sementara itu, Bupati Buton Tengah Samahuddin saat ditemui di Kendari mengatakan keributan itu karena kesalahpahaman. Ia berharap kejadian ini tidak terulang lagi.

"Masyarakat di sana keluarga saya semua. Saya mohon agar bencana ini tidak terulang lagi," imbuhnya.

Dia pun akan langsung mengumpulkan tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Buteng untuk membicarakan masalah ini. "Kita akan kumpul bersama Kapolda di sana," ujarnya.

Terkait rumah yang terbakar, termasuk barang-barang lainnya, Pemkab Buteng akan turun membantu dan bertanggung jawab membangun kembali. "Tentu pemerintah akan turun tangan karena ini musibah," ujarnya. (ds/sumber CNN/antara)