press enter to search

Sabtu, 07/12/2019 11:25 WIB

Ledakan di Monas Lukai 2 Anggota TNI, Bukan Bom Bunuh Diri

Redaksi | Selasa, 03/12/2019 10:08 WIB
Ledakan di Monas Lukai 2 Anggota TNI, Bukan Bom Bunuh Diri Korban luka saat ledakan di Monas. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Ledakan terjadi di sisi utara Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12). Panglima Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) Mayor Jenderal Eko Margiyono memaparkan kondisi dua korban yang mengalami luka saat ledakan Monas terjadi.

"Korban atas nama Sersan Kepala (Fajar), kemungkinan tangan kiri parah," ujarnya saat konferensi pers, Selasa (3/12).

Korban pertama ini yang menemukan granat asap menggunakan tangan kiri. "Kondisi saat ini sadar," tambah Eko.

Sementara itu, korban kedua Prajurit Kepala (Praka) Gunawan mengalami luka ringan di bagian paha. Saat ini, kedua korban masih dirawat dan masih dalam proses penyembuhan.

Eko menegaskan yang meledak adalah granat asap. Hingga saat ini Polri dan TNI masih mencari info lanjut.

"Kami sampaikan ini bukan sesuatu yang luar biasa ditemukan granat asap. Kita dalam kenapa granat itu ditemukan," ujar Eko.

Sebuah ledakan terdengar sisi silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (3/12). Dari informasi yang dihimpun, ledakan yang cukup keras bersumber dari sisi utara tugu Monas.

Sumber dari kantor Monas mengonfirmasi ledakan terjadi cukup keras. Satu ambulans diturunkan ke lokasi kejadian. Ledakan disebut diduga menimbulkan korban.

"Kawasan Monas di sebelah utara dari tugu, Belum berani ke atas. Kami berada di basement Monas," kata salah satu pegawai Monas.

Sejumlah pekerja lepas, kata dia, mengakui bunyi ledakan kali ini terdengar tak biasa.

Penjelasan Polisi

Ledakan terjadi di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019) dipastikan bukan bom bunuh diri.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyebut, Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono dan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono akan menyampaikan langsung terkait informasi dugaan ledakan tersebut

"Pangdam sama Kapolda akan realese," kata dia saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (3/12/2019).

Yusri menegaskan jika ledakan tersebut bukan bom bunuh diri. Kekinian, polisi telah berada di lokasi untuk melakukan olah TKP. "Bukan bunuh diri," kata dia. (ds/sumber CNN/suara.com)