press enter to search

Rabu, 22/01/2020 12:49 WIB

Korban First Travel Menangis di Hadapan Menag: Ingin Tetap ke Tanah Suci

Redaksi | Jum'at, 06/12/2019 16:21 WIB
Korban First Travel Menangis di Hadapan Menag: Ingin Tetap ke Tanah Suci Korban First Travel saat menyambangi Kejaksaan Negeri Depok. (ist)


JAKARTA (Aksi.id) - Hari masih pagi saat Sutimah (53) dan beberapa korban penipuan First Travel sampai di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) di Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Mereka telah memantapkan diri menemui Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi untuk meminta pertolongan.

Sutimah adalah calon jemaah umrah yang hendak berangkat ke Tanah Suci dengan paket promo biro jasa First Travel. Sutimah mendaftar ke First Travel karena informasi dari kolega. Namun hingga kini tak diberangkatkan.

Setelah menunggu beberapa waktu, bunyi sirine motor pengawal menteri terdengar. Mobil Toyota Camry hitam berpelat RI 24 memasuki area Kantor Kemenag. Fachrul pun keluar dari mobil disambut awak media.

Di lobi Kantor Kemenag, Sutimah dan kawan-kawan sudah menunggu. Tangis para korban penipuan First Travel pun tak tertahankan mengiringi kedatangan Fachrul.

"Pak, tolong Pak," teriak para jemaah yang didominasi ibu-ibu sembari menitikkan air mata.

"Apa tuh?" kata Fachrul menghampiri para korban. Fachrul yang sedang meladeni pertanyaan para wartawan pun menghentikan wawancara.

Ibu-ibu pun memperkenalkan diri sebagai korban First Travel. Ucapan mereka tak terlalu jelas lantaran sembari menangis sesenggukan.

Fachrul berusaha menenangkan korban. Dia pun menyampaikan Kemenag sedang merumuskan cara memberangkatkan para korban untuk pergi umrah. Dia meminta para korban tak khawatir dan bekerja sama menyelesaikan masalah ini.

"Iya nanti kita carikan solusinya, enggak apa-apa. Begini ya, kita tidak menjanjikan apa-apa, tapi kami kan ikut bertanggung jawab ya. Ikut merasa bertanggung jawab," ucap Mantan Wakil Panglima TNI itu menenangkan jemaah.

Setelah para korban mulai tenang, Fachrul pamit sebentar. Dia akan menggelar rapat bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Para korban pun mempersilakan Fachrul.

Setelah itu, Sutimah bercerita tentang kasusnya ke awak media. Dia memutuskan berangkat umrah lewat First Travel karena promo yang sangat murah. Selain itu, seorang ustadzah yang dia kenal sudah berangkat ke Tanah Suci lewat First Travel dua kali.

"Saya, jemaah 43 orang yang berangkat cuma dua. Kami dijanji-janjikan terus suruh tambah, katanya bulan Ramadhan mau diberangkatkan. Kami tambah, sampai ngutang-ngutang, tapi nyatanya kami tidak diberangkatkan," tutur Sutimah.

"Kami mohon karena ada kebijakan dari Pak Menteri, jadi kami bertekad lagi kepengin diberangkatkan," lanjut dia.

Sebelumnya, Mei 2018 lalu Pengadilan Tinggi Bandung memperkuat vonis Pengadilan Negeri (PN) Depok pada pasangan bos First Travel, Andika-Anniesa Hasibuan. Tak hanya dihukum penjara, Andika dan Anniesa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp10 miliar.

Kemudian di tingkat kasasi, Mahkamah Agung (MA) menguatkan putusan PN Depok dan Pengadilan Tinggi Bandung. Selain itu, MA memutuskan seluruh aset First Travel bakal dirampas oleh negara.

Menag Fachrul Razi berjanji untuk memberangkatkan umrah para korban penipuan First Travel secara bertahap. Dia berharap semua korban First Travel bisa berangkat umrah sebelum periode kedia Presiden Joko Widodo berakhir.

"Mudah-mudahan bisa kami titip ke beberapa tempat, dan mudah-mudahan butuh beberapa kali, lima tahun bisa teratasi. Selama periode kedua kepemimpinan Pak Jokowi kita bisa selesai, mudah-mudahan," ujar Fachrul dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Agama di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (28/11). (ds/sumber CNN)