press enter to search

Selasa, 04/08/2020 09:07 WIB

Erick Thohir: Bongkar BUMN Kotor

Dahlia | Jum'at, 06/12/2019 23:30 WIB
Erick Thohir: Bongkar BUMN Kotor Menteri BUMN Erick Thohir (foto:ist)

TANGERANG SELATAN (aksi.id) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kemarin memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara. Pasalnya, Ari diduga menyelundupkan suku cadang motor Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Dengan tindakan tegas yang dilakukan Erick, sejumlah pihak menduga bahwa sosok yang lama bergelut di bidang bisnis ini sedang melakukan bersih-bersih di internal Garuda Indonesia dan juga BUMN secara keseluruhan.

“Enggak cuma bersih-bersih Garuda, bersih-bersih semua BUMN. Kalau memang kotor ya kami bongkar lah. Ini kan amanah,” ujar Erick usai peresmian Tol JORR 2 ruas Kunciran-Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (6/12/2019).

Dia juga menjalankan pesan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk merombak total manajemen di BUMN jika memang ditemukan hal yang tidak baik. “Beliau juga sudah sampaikan, dan sudah waktunya bersih-bersih,” kata dia.

Terkait adanya indikasi banyak direksi Garuda Indonesia yang terlibat permasalahan yang serupa dengan Direktur Utama Ari Askhara, Erick mengaku siap untuk mengganti jajaran petinggi lainnya.

“Karena yang sedih ini dilakukan sistemik. Dalam arti dari dirutnya ada kerja sama ini itu terus. Bukan individu. Bahkan pesawat saja dipakai yang notabene masih keuangan negara. Masuk ke hanggar, ya itu kan udah skenario,” ucap Erick.

Erick menambahkan, langkah yang telah dilakukannya sebagai perwakilan pemerintah sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berawal dari laporan Komisaris yang diterimanya yang merekomendasikan pemberhentian Direktur Utama Garuda Indonesia.

Untuk menyelesaikan persoalan di tubuh Garuda Indonesia, Erick akan mengadakan pertemuan dengan jajaran komisaris Garuda Indonesia.

“Tentu saja juga mengambil langkah yg sungguh harus dilakukan ya tentu diberhentikan dan saya akan ada rapat lagi dengan komisaris besok sabtu untuk me-review oknum-oknum lain yang masih terlibat,” tuturnya. (Lia/sumber:inews)