press enter to search

Senin, 03/08/2020 19:23 WIB

Timnas U-23 Lolos ke Final SEA Games 2019

Dahlia | Sabtu, 07/12/2019 20:51 WIB
Timnas U-23 Lolos ke Final SEA Games 2019 Foto: istimewa(antaranews)
Bekasi (aksi.id) - Timnas U-23 Indonesia sukses melenggang ke babak final cabang olahraga sepak bola SEA Games 2019. Ini didapat setelah mereka mengalahkan Myanmar di babak semifinal, Sabtu (7/12/2019) sore WIB, dengan skor 4-2 melalui perpanjangan waktu.
 
 
Gol-gol kemenangan Timnas U-23 dicatatkan atas nama Evan Dimas Darmono (58` dan 112`), Egy Maulana Vikri (70`), dan Osvaldo Ardiles Haay (101`). Sementara Myanmar mencetak gol melalui Aung Kaung Man (79`) dan Win Naing Tun (80`).
 
 
Timnas U-23 langsung menghadapi situasi sulit sejak sepak mula pertandingan digulirkan. Mereka mesti menghadapi apiknya pressing Myanmar.
 
 
Sepanjang 45 menit babak pertama, Myanmar tercatat dua punya peluang bersih. Kedua kans itu lahir melalui penyerang mereka, Win Moe Aung pada menit ketujuh dan menit ke-45.
 
 
Sisanya? Timnas U-23 punya lima peluang berbuah gol. Tapi keseluruhannya gagal mengoyak jala lawan.
 
 
Peluang pertama hadir melalui Evan Dimas pada menit ke-12. Mendapat ruang cukup terbuka di depan kotak 16 lawan, gelandang milik Barito Putera coba melepaskan sepakan jarak tapi masih terlalu mudah bagi tangkapan Sann Sat Naing.
 
 
Timnas U-23 nyaris membuka keunggulan memasuki menit ke-18. Bermula dari akselerasi Asnawi Mangkualam Bahar di tepi kanan, sepakan kerasnya sukses menghasilkan bola mentah oleh Sat Naing. Akan tetapi, Osvaldo yang sudah berdiri tanpa pengawalan gagal mencetak gol.
 
 
Semifinal SEA Games 2019, Indonesia VS Myanmar
Pemain Timnas U-22 Indonesia Osvaldo Haay menendang bola ke arah gawang Timnas Myanmar dalam pertandingan Semifinal SEA Games 2019. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Upaya serupa kembali hadir dari sisi sebaliknya. Bermula dari umpan Evan kepada Saddil ke tepi sayap, Saddil mampu melepaskan diri dan masuk ke kotak penalti lawan. Ia mengirimkan umpan silang dan bola berada di depan M. Rafli. Tapi penyerang asal Arema FC itu justru melewatkannya begitu saja.
 
 
Tujuh menit sebelum babak pertama rampung, giliran Osvaldo yang nyaris membuka angka. Menerima umpan jarak dekat dengan Firza Andika, sepakan jarak dekatnya malah melambung.
 
 
Untuk kali ketiga di babak pertama, Osvaldo kembali mendapat kans. Tapi lagi, lagi, dan lagi, upayanya masih mentah sehingga menutup 45 menit pertama dengan skor 0-0.
 
 
Kembali dari ruang ganti, Timnas U-23 sudah menebar ancaman dua menit selepas babak kedua dimulai. Aktor di balik hadirnya kans Timnas U-23 lahir dari kerja sama Osvaldo dan Egy melalui serangan balik.
 
 
Akan tetapi, buruknya penyelesaian akhir Osvaldo menjadikan peluang keempatnya di laga kali ini gagal berbuah gol.
 
 
Berselang 10 menit setelah peluang Osvaldo, Timnas U-23 akhirnya membuka keran angka. Lewat akselerasi Egy usai berebut bola dengan pemain belakang, Aung Naing Min, pemain Lechia Gdansk itu mengirimkan cut-back yang dituntaskan Evan Dimas menjadi gol.
 
 
Skor 1-0, Timnas U-23 unggul pada menit ke-58.
 
 
Timnas U-23 mendapatkan momentum. Lewat serangan masif via sisi kanan dan kiri melalui Egy dan Saddil, beberapa kans mereka dapatkan.
 
Akan tetapi, gol tambahan bukan lahir via serangan sayap melainkan bola mati. Umpan kiriman Bagas Adi sukses dikonversi menjadi gol oleh Egy melalui sundulan.
 
 
Tertinggal dua gol tak menyurutkan nyali Myanmar mengejar ketertinggalan. Bahkan gol-gol Timnas U-23 `dibayar langsung` dalam tempo cepat.
 
 
Gol pertama Myanmar lahir melalui Aung Kaung Man yang masuk sebagai pemain pengganti. Gol pemain ke-13 itu lahir melalui jarak dekat usai bekerja sama dengan Win Moe Aung pada menit ke-79.
 
 
Belum cukup laga berjalan dua menit selepas gol, Myanmar kembali mencetak gol ke gawang Timnas U-23. Kali ini, proses gol kedua Myanmar yang cukup membikin geleng-geleng kepala, khusunya bagi Timnas U-23.
 
 
Pemain Myanmar yakni Aung Naing Win sejatinya terlalu deras mengirimkan umpan pada Win Naing Tun dan dekat kepada penjaga gawang Nadeo Argawinata. Akan tetapi, saat Naing Tun sudah pasrah Nadeo malah membikin blunder lewat tangkapan yang tak sempurna.
 
Dan dengan tanpa kesalahan, Naing Tun membikin Myanmar menyamakan kedudukan pada menit ke-80.
 
 
Selepas kedudukan imbang, Timnas U-23 mendapat sejumlah peluang untuk menyamakan kedudukan. Mulai dari aksi Egy, Saddil, hingga Evan Dimas di waktu tambahan waktu babak kedua, tetapi harus berujung gagal.
 
 
Dengan hasil 2-2 di waktu normal, kedua kesebelasan mesti melanjutkan ke babak perpanjangan.
 
 
Semifinal SEA Games 2019, Indonesia VS Myanmar
Pemain Timnas U-22 Indonesia Osvaldo Haay (kanan) menggiring bola dibayangi pemain Timnas Myanmar Ye Min Thu dalam pertandingan Semifinal SEA Games 2019. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
 
Pada babak tambahan, Timnas U-23 nyaris tak mengendurkan intensitas serangan. Hasilnya juga nyata memasuki menit ke-102 Osvaldo akhirnya mampu mencetak gol pertamanya di laga kali ini.
 
 
Bergetarnya jala Mynamar tak lepas dari akselerasi Asnawi yang memenangi duel dengan pemain belakang Myanmar. Lewat umpan silang mendatar, Osvaldo sukses mengonversi gol tanpa penjagaan.
 
 
Kembali tertinggal, Myanmar berupaya mengejar ketertinggalan. Akan tetapi, Timnas U-23 yang tak ingin mengulangi kesalahan lewat kebobolan cepat segera merapatkan barisan ketika Myanmar melakukan tekanan.
 
 
Timnas U-23 akhirnya mengunci laga dengan kemenangan memasuki menit ke-122. Lewat akselerasi Saddil di sisi kiri, ia mengumpan silang ke kotak penalti. Bola sukses didapatkan oleh Sani Rizki, tetapi ketika Sani melihat Evan tengah berada tanpa penjagaan ia langsung menyodorkan bola. Evan menuntaskan peluang itu menjadi gol. (Lia/sumber:kumparan)