press enter to search

Senin, 26/10/2020 00:01 WIB

Sandiaga: Kok Kita Jadi Negara Pengimpor Terbesar Produk Halal? Ke Depan Saatnya Kita Memproduksi

Redaksi | Minggu, 08/12/2019 20:55 WIB
Sandiaga: Kok Kita Jadi Negara Pengimpor Terbesar Produk Halal? Ke Depan Saatnya Kita Memproduksi Sandiaga di Jakarta Halal Things 2019. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Sandiaga Salahuddin Uno berharap, Indonesia ke depan mampu menjadi negara yang memproduksi produk-produk halal. Karena, sebagai negara muslim terbesar, Indonesia sudah saatnya menjadi negara pencetak produk halal lalu mengirimnya ke luar negeri.

"Saya enggak mau menyalahkan siapa-siapa, enggak menyalahkan pemerintah, enggak menyalahkan masyarakat, tapi kok kenapa kita menjadi negara pengimpor terbesar produk-produk halal, kenapa kita tidak bisa memproduksi sendiri," kata Sandi dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (8/12).

Menurutnya, untuk menuju ke arah tersebut yaitu perlu didorongnya peran milenial agar mau mengambil risiko dan menjadi pelaku usaha sejak muda.

"Kita dorong, dan kita berikan melalui gerakan OKE-OC ini sebuah pendekatan dimana mereka mendapatkan pelatihan pendampingan, mereka dapat akses pada pasar dan permodalan," ujarnya.

"Kita melihat bahwa pasar halal kita bukan hanya disertifikasi, tapi justru bagaimana kita membangun satu supply chain dari produk-produk halal mulai dari pengusahanya sampai usul dari bahan bakunya pengepakannya pengemasannya logistik pasar sampai ke tangan para customer atau para pembeli. Jakarta Halal Things kita harapkan bisa menghadirkan inovasi untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya," sambungnya.

Sementara itu, Director and Editor in Cheif Scarf Magazine Temi Sumarlin berharap, agar pelaku industri halal mendapatkan informasi lengkap melalui acara ini.

"Paling penting sebetulnya banyak pelaku industri lupa bahwa ternyata ada promosi yang menjadi bagian dari industri halal itu sendiri," kata Temi.

Diketahui, acara Jakarta Halal Things 2019 ini diikuti oleh 70 tenants. Mulai dari produk modest fashion, beauty, pariwisata hingga fin-tech dan tentunya berbagai jenis makanan. (ds/sumber merdeka)