press enter to search

Rabu, 29/01/2020 20:59 WIB

Polisi Gelar Prarekonstruksi, Kasus Jasad Balita Tanpa Kepala di Samarinda Diselidiki

Redaksi | Senin, 09/12/2019 13:29 WIB
Polisi Gelar Prarekonstruksi, Kasus Jasad Balita Tanpa Kepala di Samarinda Diselidiki Sekolah PAUD tempat balita di Samarinda ditemukan tanpa kepala. (ist)

SAMARINDA (Aksi.id) - Polisi melakukan prarekonstruksi di sekolah PAUD yang diduga lokasi hilangnya balita Ahmad Yusuf Ghazali (4). Yusuf hilang sekitar 2 Minggu lalu dan jasadnya ditemukan tanpa kepala di parit.

Sekitar 25 personel tim Reskrim gabungan Polsek dan Polresta Samarinda, termasuk tim Inafis memulai prarekonstruksi sekitar pukul 08:15 WITA. Prarekosntruksi dilakukan di dalam ruangan dan luar sekolah PAUD.

Tim Inafis juga menyelidiki alur parit terkait dugaan balita Yusuf tercebur hingga terseret arus hingga lokasi jasadnya ditemukan.

"Kami lakukan belasan adegan prarekon. Di mana awal anak itu dinyatakan hilang 22 November kemarin. Kami tanyakan ke pemilik tempat penitipan," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa ditemui di lokasi, Senin (9/12).

Damus menerangkan, adegan pra rekonstruksi belum mengerucut kepada dugaan tindakan kriminal yang menyebabkan kematian balita Yusuf. "Sejauh ini tidak ada (dugaan tindak kriminal). Ini prarekon untuk awal saja," ujar Damus.

Terkait penolakan autopsi balita Yusuf dari pihak keluarga, Damus mengatakan hal tersebut tidak masalah "Tetap, kita melakukan pemeriksaan kembali," ucap dia.

"Apakah benar jasad anak itu adalah anak dari Pak Bambang (ayah kandung balita Yusuf)? Kita hanya menguatkan, walaupun tadi malam, disampaikan ciri melekat anak itu terkait pakaian, sesuai dengan anak itu," sambung Damus.

Dia mengakui kasus ini menjadi atensi dari pimpinan Polri setempat. Namun, kata Damus, tidak ada target kasus ini harus diungkap. "Kita secepatnya (mengungkap kasus itu), karena ini jadi atensi pimpinan," ungkap dia.

Kesaksian Pengelola PAUD

Pengelola PAUD Jannatul Atfhaal turut berduka atas meninggalnya Yusuf. Kepala Sekolah PAUD Jannatul Athfaal Mardiana menuturkan, pihaknya dimintai keterangan soal kronologi hilangnya Yusuf hingga diduga tercebur ke parit.

"Mulai dari balita Yusuf datang dan disambut bundanya (ibu asuh) sampai di akhir kejadian (balita Yusuf hilang)," kata Mardiana.

Dia mengaku bersama ibu asuh sudah dua kali mencari Yusuf di sekitar sekolah PAUD usai tidak melihatnya di dalam ruangan.

"Dua kali keliling-keliling. Saat itu juga tidak banjir, tidak hujan," ujar Mardiana.

Usai prarekonstruksi, lanjut Mardiana, polisi membawa dokumen perizinan sekolah PAUD yang dia pimpin. "Tidak ada yang bisa saya ungkapkan lagi. Dari awal saya dengar ada temuan jasad anak, saya cuma bisa diam," tuturnya.

"Saya terus komunikasi dengan orangtuanya (balita Yusuf), kebanyakan via telepon. Sabtu kemarin pun, saya bertemu dan minta maaf. Ini bukan kehendak kami dan kami berdoa semoga bisa ditemukan," tambah Mardiana.

Polisi terus bergerak menyelidiki kasus meninggalnya balita Yusuf. Tercatat, tidak kurang 9 saksi telah dimintai keterangan.

"Ya, nanti kita akan sampai ke sana. (sebab kematian wajar tidaknya balita Yusuf). Ini terus berproses," tandas Damus Asa.

Diketahui, balita Yusuf dilaporkan hilang saat masih berada di sekolah PAUD Jumat (22/11) pukul 15:00 WITA. 2 Minggu kemudian, warga menemukan sesosok jasad diduga balita Yusuf di sebuah parit. Kondisi balita tersebut tidak utuh di bagian kepala. (ds/sumber merdeka)