press enter to search

Selasa, 04/08/2020 10:28 WIB

Balitbanghub Sebut Pentingnya Sistem Peringatan Dini untuk Dukung Keselamatan Transportasi

Dahlia | Senin, 09/12/2019 14:43 WIB
Balitbanghub Sebut Pentingnya Sistem Peringatan Dini untuk Dukung Keselamatan Transportasi Foto: istimewa

JAKARTA (aksi.id) – Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) sebut pentingnya Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) untuk dukung keselamatan transportasi.

Untuknya digelar Focus Group Discussion dengan tema “Early Warning System (Sistem Peringatan Dini) Dalam Rangka Mendukung Keselamatan Penyelenggaraan Transportasi” guna berbagi informasi dan pembaruan terkait.

Menurut Kepala Balitbanghub Suguhardjo, diketahui bahwa Indonesia memiliki 17.504 pulau yang terbentang sepanjang 3.977 mil diantara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, dengan luas daratan Indonesia sekitar 1.922.570 km2 dan luas perairan mencapai 3.257.483 km2.

“Secara umum, keadaan geografis Indonesia dapat dibagi menjadi tiga wilayah berdasarkan tinggi-rendahnya wilayah, yaitu daerah pantai, dataran rendah dan daerah pegunungan atau dataran tinggi,” ujar Sugihardjo di Jakarta, Senin (9/12/2019).

Indonesia merupakan wilayah dengan ancaman bencana gempa bumi dan tsunami dengan intensitas yang cukup tinggi.
Peringatan dini tsunami yang andal sangat dibutuhkan karena Indonesia memiliki banyak infrastruktur transportasi yang berlokasi di daerah pesisir.

“Dalam membangun banyak infrastruktur transportasi seperti pelabuhan maupun bandara, harus juga mengelola risiko bencana terutama tsunami,” ungkapnya.

Operator atau pengelola dermaga, pelabuhan, serta fasilitas lainnya agar menyadari bahwa terdapat tanggung jawab besar untuk menerima informasi peringatan bencana dan melakukan evakuasi dengan benar.

“Perlu suatu upaya memperdayakan masyarakat untuk ketangguhan dalam menghadapi bencana, berdasarkan fakta bahwa hampir 96% yang menyelamatkan masyarakat dari bencana adalah masyarakat itu sendiri,” kata lelaki yang akrab disapa Jojo itu.

Setiap dari kita dituturkanya, perlu melibatkan semua unsur dalam menangani bencana atau pethahelix yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media dalam hal mitigasi bencana. (omy)