press enter to search

Minggu, 20/09/2020 11:03 WIB

Jadi Dirut PLN, Beranikah Rudiantara Tak Naikkan Tarif Listrik 2020?

Redaksi | Senin, 09/12/2019 14:48 WIB
Jadi Dirut PLN, Beranikah Rudiantara Tak Naikkan Tarif Listrik 2020? Rudiantara. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Rudiantara dipastikan menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero). Hal ini diungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

"Ya bagus banget dong, Pak Rudi memang orang PLN. Selama di kabinet juga kami dengan beliau bagus. Jadi saya kira Pak Presiden menunjuk Pak Rudi sudah keputusan yang sangat tepat dan saya kira PLN akan lebih bagus nanti," ujarnya, Senin (09/12/2019).

PT PLN (Persero) merupakan salah satu BUMN terbesar di Indonesia, mengurusi kelistrikan negara dengan setumpuk beban dan target luar biasa. Di antaranya adalah melistriki 100% wilayah Indonesia.

Namun, perusahaan ini kerap terbelit masalah tarif yang sangat sulit untuk disesuaikan. Maklum, tarif listrik merupakan hal sensitif. Penyesuaian tarif bisa berdampak ke inflasi, tapi juga bisa berdampak positif untuk kesehatan keuangan perseroan.

Salah satu yang menjadi pekerjaan rumah Rudiantara yang harus segera ia putuskan adalah soal rencana penyesuaian tarif 900 VA rumah tangga mampu.

Soal rencana penyesuaian tarif ini sebenarnya sudah disepakati sejak September lalu antara pemerintah dan DPR. Namun, kesepakatan ini dipertanyakan lagi oleh DPR periode baru. Beranikah Rudiantara tak menaikkan tarif listrik 2020? 

Komisi VII DPR belakangan hari memang kerap mempertanyakan soal rencana kenaikan listrik 900 VA Rumah Tangga Mampu. Selain di rapat dengan Kementerian ESDM kemarin, Komisi VII juga menyinggung hal ini dengan PLN beberapa hari lalu.

Mereka meminta PLN terlebih dulu menyediakan data yang akurat untuk kelompok pelanggan subsidi dan pelanggan non subsidi. Termasuk untuk pelanggan kelompok 900 VA, yang terbagi atas rumah tangga mampu dan kurang mampu.

Padahal, hitung-hitungan kenaikan tarif listrik 900 VA rumah tangga mampu ini juga sebenarnya sudah matang. Buat PLN, jika tarif ini naik akan berdampak pada 6,7 juta pelanggan dan hasilkan penghematan hingga Rp7 triliun bagi keuangan perusahaan setrum negara.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan ESDM, Rida Mulyana, juga sudah menghitung kenaikan ini nantinya akan membuat kelompok RTM 900 VA ketambahan biaya listrik hingga Rp 29 ribu per bulan. Sebab tarifnya jika disesuaikan akan sama dengan listrik nob subsidi 1300 VA dan ke atas.

Keputusan pemerintah sampai saat ini adalah listrik 900 VA rumah tangga mampu memang tak lagi disubsidi. Tapi apakah tarif tersebut akan disesuaikan akhirnya kini menjadi diskusi lagi.

Beranikah Rudiantara mengambil gebrakan dan memastikan nasib tarif listrik ini? (ds/sumber CNBC)