press enter to search

Selasa, 29/09/2020 10:25 WIB

Kelabui Petugas BNN, Pengedar Bawa 60 Kg Sabu Pakai Becak Bermotor

Redaksi | Rabu, 11/12/2019 16:42 WIB
Kelabui Petugas BNN, Pengedar Bawa 60 Kg Sabu Pakai Becak Bermotor Ilustrasi. (ist)

MEDAN (Aksi.id) - BNN menyita 60 Kg sabu-sabu dari seorang pria yang berprofesi sebagai pengemudi becak bermotor (betor) di Medan. Tersangka diduga sengaja menggunakan kendaraan roda tiga itu sebagai penyamaran dalam mengedarkan narkotika.

Tersangka Zul (45) ditangkap petugas BNN di Jalan Letda Sudjono, Medan, tepatnya di depan Sekolah Prayatna, Selasa (10/12). Dari becak bermotor dengan pelat nomor BK 1744 CG yang dikemudikannya ditemukan 2 bungkus sabu-sabu yang beratnya lebih dari 2 Kg.

Rumah Zul di Jalan Pertiwi Gang Amad Rukun, Kelurahan Bantan, Medan Tembung pun digeledah. Petugas menemukan 48 bungkus sabu-sabu dalam koper, tas dan kotak yang ditempatkan di lemari. Seluruhnya dikemas dalam bungkus teh cina warna hijau.

"Total barang bukti yang diamankan ada 50 bungkus, beratnya sekitar 60 Kg, sebab satu bungkus berisi 1 Kg lebih," ujar Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, di Kantor BNNP Sumut, Medan Estate, Rabu (11/12).

Sabu dari Malaysia

Dari pemeriksaan yang dilakukan, 60 Kg sabu-sabu itu berasal dari Malaysia yang dikirim melalui jalur laut menggunakan kapal kayu. Kurir dari sindikat di Malaysia bertemu dengan kurir lokal pada koordinat tertentu di tengah laut.

Selanjutnya sindikat lokal mengangkut barang haram itu ke Kota Tanjung Balai. Mereka kemudian membawanya ke Medan untuk disimpan dan dikemas ulang.

Pada jaringan ini tersangka Zul berperan sebagai gudang, transporter, kurir, sekaligus penjual. Namun dia juga diduga menerima pesanan sabu partai besar dan kecil atau eceran.

"Itu bisa kita simpulkan dari nilai nominal uang yang diamankan tidak begitu besar (Rp 60 juta) ada pecahan Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, Rp 5 ribu hingga Rp 100 ribu. Artinya yang bersangkutan menjual langsung kepada pecandu," papar Arman.

Tersangka diduga sengaja menggunakan becak bermotor untuk menyamarkan kegiatannya mengantar narkoba kepada pelanggan. Lokasi penyimpanan sabu-sabu bernilai puluhan miliar rupiah ini juga tidak biasa. Narkotika dalam jumlah besar itu disimpan di rumah padat penduduk. Disimpan di rumah atau kampung-kampung, diduga agar tidak menjadi target atau tidak menjadi perhatian aparat," jelas Arman.

BNN masih mengembangkan penangkapan ini. Mereka masih memburu anggota jaringan pengedar narkotika yang memasok sabu untuk Zul. (ds/sumber merdeka)