press enter to search

Jum'at, 02/10/2020 01:57 WIB

Begini Kisah Haru Driver di Shelter Lintas Ojol Rawalumbu Kota Bekasi

Dahlia | Sabtu, 14/12/2019 23:16 WIB
Begini Kisah Haru Driver di Shelter Lintas Ojol Rawalumbu Kota Bekasi Foto:fahmi/aksi.id/BeritaTrans.com

BEKASI (aksi.id) – di Jalan Dasadarma Raya, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sawer/Community Lintas Ojol menjadi shelter bagi driver ojek online.

Selain tempat beristirahat sekaligus menanti order, mereka juga memanfaatkan shleter itu sebagai ajang berbagi pengetahuan dan berbagi pengalaman.

Yayan (45 tahun) mengemukakan shelter ini dibangun dan dioperasikan untuk kepentingan sesama pengemudi ojol.

“Kami berbagi pengalaman. Berbagi info. Kami ini senasib. Jadi driver onjol sudah jadi pekerjaan utama kami,” ujarnya kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, kemarin.

Dia mengemukakan dari shelter ini diketahui seluruh driver ojol sangat khawatir berhadapan dengan putus mitra atau suspend.

Dia menekankan alasan ketakutan itu karena menjadi driver ojol merupakan pekerjaan utama. “Awalnya driver ojol ini sampingan, tapi akhirnya jadi pekerjaan utama,” ungkapnya.

111420192025

Ada banyak hal yang membuat sepinya orderan menurut ketua basecame ini, yaitu laporan pada aplikasi pelanggan, cancel dari pelanggan hingga cancel dari driver itu sendiri.

“Komplen dari kostumer disangkanya kita terlalu ngebut. Kesengol dikit komplen, padahal dia suruh cepat biar gak kesiangan masuk kerja,” kata Yayan.

Aplikasi yang secara otomatis menilai kinerja driver dirasa tidak seimbang apa yang terjadi pelanggan dan apa sebenarnya pada layanan yang mereka berikan.

Bila performa menurun dan mendapat bintang paling rendah, aplikasi secara otomatis akan membatasi untuk driver mendapat orderan.

“Kalau perfoma driver menurun maka otomatis akan susah dapat kastemer lagi, yang biasanya dapat, sudah dapatnya suka dikasi anyep,” ungkap Yayan.

“Kantor positifnya cuma ke kastemer, sedangkan yang tahu di jalan kan si driver,” tuturnya.

Adapaun hal yang paling menakutkan bagi driver ojol adalah pemberhentian kerja atau suspend. Peringatan juga menjadi hal yang sangat ditakutkan bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan lain.

“Masalah kecil kadang digede-gedein, yang kasihan driver loh kalo kena suspen atau pemutusan mitra, padahal ini kan lahan nafkah buat keluarga juga,” katanya.

“Kalau benar terbukti melanggar kode etik yang fatal, yang kayak gitu musti harus ditegasin tapi harus sesuai bukti yang jelas juga,” tambah Yayan.

Pengemudi memilih tidak punya pilihan untuk menolak takut kinerja jadi jelek. Beberapa pelanggan juga tidak memberikan daftar bintang performa yang bisa berakibat sepinya orderan atau bahkan berujung PM (Putus Mitra) alias PHK sepihak.

Istri Berjualan

Yayan adalah mantan satpam, dua tahun lalu dia menggantungkan rezekinya sebagai driver ojol,  dia dan sang istri, harus berjualan menumpang di bascame itu

Aneka minuman dan risoles coklat yang juga dapat dipesan pada aplikasi gofood atau grabfood merupakan sambilan untuk memenuhi kehidupan tiga orang anak mereka.
(fahmi).