press enter to search

Sabtu, 28/11/2020 11:22 WIB

3 Jenazah Siswa Pusdik Brimob Watukosek Diserahkan ke Keluarga

Redaksi | Selasa, 17/12/2019 14:17 WIB
3 Jenazah Siswa Pusdik Brimob Watukosek Diserahkan ke Keluarga Fredy Kusdianto (berpenutup kepala), salah satu korban tewas. (ist)

PASURUAN (Aksi.id) - Tiga jenazah peserta didik Pusat Pendidikan Brimob Watukosek Pasuruan yang tewas tersambar petir saat menjalani pelatihan di puncak Gunung Ringgit, diserahkan ke keluarga masing-masing.

Sedangkan untuk lima siswa yang terluka, saat ini sudah mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Ketiga jenazah tersebut adalah Wisnu Mukti S nomor siswa 048 Salrim Da Jateng, Fredy Kusdianto, nosis 182 Salrim Da Jatim dan Rizky Setiawan Pratama nosis 244 salrim Da DIY.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, Polda Jatim yang diwakili Irwasda Kombes Pol Sutardjo, Karo Ops Kombes Pol Herry Sitompul dan perwakilan Sat Brimob, menyerahkan jenazah pada keluarga.

"Polda Jatim dan Polri sangat berduka atas musibah alam petir sehingga ada tiga yang meninggal. Jenazah sudah diserahkan tadi di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara," katanya, Selasa (17/12).

Barung menambahkan, untuk lima anggota yang mengalami luka-luka saat ini menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polda Jatim.

"Kondisinya sudah ada kemajuan dan berangsur pulih. Doakan saja agar cepat segera diberikan kesembuhan," tambahnya.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Jasmani (Kesjas) Korps Brimob Kombes Pol Djarot Wibowo memastikan, tewasnya ketiga siswa didik tersebut karena faktor musibah alam yakni tersambar petir.

Djarot mengungkapkan ketiga jenazah akan dibawa ke daerah asal yakni Ponorogo dan Magelang. Sementara untuk penghargaan terhadap ketiganya masih akan dibicarakan lebih lanjut.

"Jenazah akan dibawa ke Magelang dan ke Ponorogo. Soal penghargaan masih akan dibicarakan," ucapnya.

Sebelumnya, tiga peserta didik Dasar Bintara (Daspa) dan Dasar Perwira (Daspa) dari Pusdik Brimob Watukosek Pasuruan tewas setelah tersambar petir saat menjalani pelatihan di puncak Gunung Ringgit, Pasuruan, Senin (16/12).

Ada delapan peserta didik yang tersambar petir, tiga di antaranya meninggal dunia, sementara lima lainnya mengalami luka-luka. (ds/sumber merdeka)

Artikel Terkait :

-