press enter to search

Selasa, 07/07/2020 13:48 WIB

5 Tips Memilih Pengasuh Anak

Dahlia | Rabu, 18/12/2019 20:15 WIB
5 Tips Memilih Pengasuh Anak Foto: ilustrasi

Jakarta  (aksi.id) - Memilih dan mencari pengasuh anak adalah satu hal yang paling sulit bagi orang tua. Mereka harus benar-benar selektif dalam memilih karena pengasuh adalah orang yang akan menjaga anak ketika kedua orang tua bekerja.

Biasanya, orang tua memeriksa secara detail latar belakang pengasuh, kemampuan, dan juga pengalaman dalam menjaga anak. Kadang kala, pemilihan juga tergantung kecocokan antara anak dan pengasuh atau antara pengasuh dengan orang tua.

Tak sedikit juga pengasuh yang akhirnya banyak mundur atau dipecat karena dianggap tidak layak dan tidak bisa bekerja dengan baik. Sebenarnya, dalam memilih pengasuh, ada beberapa tips penting yang harus diperhatikan orang tua seperti berikut ini.

 
 

Cek latar belakang
Semua pengasuh harus memiliki tiga referensi pengalaman kerja dari pekerjaan sebelumnya. Ini akan menjadi acuan untuk menilai apakah pengasuh itu kompeten atau tidak. Anda juga harus mewawancara atau berbicara secara langsung. Selain menilai kemampuan untuk bekerja dengan anak-anak, Anda juga ingin tahu mengapa mereka tidak lagi bekerja di majikan sebelumnya. Saat wawancara, Anda dapat bertanya apakah mereka keberatan jika ada orang lain yang mengawasi pekerjaan mereka saat menjaga anak.

Jangan mudah percaya
Jangan berasumsi bahwa hanya karena Anda memiliki anggota keluarga yang mengawasi mereka, anak-anak tidak akan disiksa. Ttak sedikit kasus kekerasan anak justru dilakukan oleh orang terdekat.

Pilih perempuan
Pilih perempuan untuk mengawasi anak-anak. Diperkirakan, sekitar 90 persen pelecehan seksual anak dilakukan oleh laki-laki. Walaupun ini berarti bahwa ada beberapa pelanggar seks perempuan (diperkirakan antara 4-10 persen dari semua pelecehan seksual dilakukan oleh perempuan), risikonya jauh lebih rendah bagi perempuan untuk menjadi pelaku kekerasan daripada laki-laki. Juga perlu waktu untuk menentukan jika anak akan aman. Berdasarkan data, banyak juga kejahatan seksual dilakukan oleh usia remaja atau tua.

 

Pasang monitor video di rumah dan biarkan pengasuh tahu keberadaannya dan Anda mengawasinya. Dengan cara ini, Anda bisa memantau terus menerus kondisi di rumah dan mengantisipasi terjadinya kekerasan seksual pada anak.

Percaya pada insting
Percaya pada insting dan dengarkan keluhan anak. Sebelum memperkerjakan orang, perkenalkan pengasuh itu pada anak dan biarkan mereka berinteraksi. Anak akan merasakan apakah pengasuh itu baik dan cocok. Jika suatu saat anak meminta tidak diasuh oleh orang tertentu, maka ada hal yang harus ditelusuri alasannya. (Lia/sumber:tempo)