press enter to search

Senin, 28/09/2020 10:36 WIB

Pencarian Ditunda, Korban Meninggal Bus Sriwijaya Bertambah Jadi 28 Orang

Dahlia | Selasa, 24/12/2019 23:31 WIB
Pencarian Ditunda, Korban Meninggal Bus Sriwijaya Bertambah Jadi 28 Orang Foto: istimewa

Palembang (aksi.id) – Korban tewas kecelakaan Bus Sriwijaya Ekspress di Tikungan Lematang Indah, Desa Pelang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan bertambah menjadi 28 orang. Pencarian korban Bus Sriwijaya dihentikan sementara waktu dan akan dilanjutkan besok, Rabu (25/12).

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palembang Dayu Willy mengatakan, pencarian Selasa (24/12) dihentikan pada pukul 20.00 karena lokasi kejadian gelap dan menyulitkan pencarian. Pencarian akan dilanjutkan pada besok pagi hari.

“Terakhir korban yang ditemukan seorang anak kecil, perkiraan umur 5-6 tahun. Diketahui identitasnya adalah Raisa, warga Palembang,” ujar Dayu.

Selagi petugas evakuasi beristirahat, Tim SAR tetap melakukan pengumpulan data para korban selamat dan meninggal dunia yang telah dievakuasi di RSUD Besemah Pagar Alam. Tim SAR masih akan menerima laporan dari masyarakat yang merasa keluarganya hilang dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan keterangan kepolisian, bus maut tersebut berpenumpang 54 orang termasuk sopir dan kernet. Sebanyak 41 korban telah ditemukan dan dievakuasi, 28 orang diantaranya meninggal dunia sementara 13 orang lainnya selamat.

“Tidak menutup kemungkinan korban akan bertambah apabila ada laporan dari masyarakat mengenai keluarganya yang penumpang bus tersebut,” kata dia.

Dari 28 korban tewas, tinggal satu orang korban yang belum teridentifikasi berjenis kelamin perempuan. Sementara satu korban tewas lainnya sudah berhasil diidentifikasi yakni Kristine, warga.

Sebelumnya diberitakan, Bus Sriwijaya Ekspress jurusan Bengkulu Palembang mengalami kecelakaan dengan masuk ke dalam jurang Sungai Lematang di Tikungan Lematang Indah, Desa Pelang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, Senin (24/12) malam.

Polisi menduga sopir mengemudi dalam keadaan mengantuk, kendaraan yang tidak laik operasi, serta kelebihan penumpang yang menyebabkan peristiwa tersebut.

Tim evakuasi masih melakukan penyisiran dalam radius lima kilometer dari lokasi kejadian untuk mencari kemungkinan korban yang terbawa hanyut oleh aliran Sungai Lematang yang cukup deras.

Berikut data korban tewas kecelakaan Bus Sriwijaya yang berhasil diidentifikasi tim DVI Polda Sumsel:

Riski Saputra (16) (Laki-laki) warga Muara Enim
Sonia (17) (Perempuan) warga Muara Enim
Kelvin Andeka (16) (laki-laki) warga Kepahyang, Bengkulu
Okti Karusian (35) (Perempuan) warga Bengkulu
Fadhil (10 tahun Laki-laki) warga Bengkulu Tengah
Rahmad Hidayat (laki-laki) warga Kecamatan Ulu Musi
Farel warga Kepahyang (laki-laki), Bengkulu
Feri Eprizal (34) (laki-laki)warga Sako Kenten Palembang
Nanik (perempuan) warga Kecamatan Ulu Musi
Ulul (Perempuan) warga Prajen Banyuasin
Yasiroh (Perempuan) warga Bengkulu
Ayu Intan (9) (Perempuan) warga Muko-muko, Bengkulu
Melia Sapira (Perempuan) warga Palembang
Efran Fadhil Akbar (Laki-laki) warga Kepahiyang, Bengkulu
M Akbar (13) (Laki-laki) warga Bengkulu
Metrian Andeka (45) (Perempuan) Kepahiyang, Bengkulu
Ali Jaya (Laki-laki) warga Bengkulu
Ilyas (Laki-laki) warga Demang Lebar Daun, Palembang
Jimmy Yuda Sanjaya (laki-laki) (23) warga Kabupaten Empat Lawang, Sumsel (kernet bus)
Warsono (laki-laki) warga Jalan Sabar Jaya, Kabupaten Banyuasin, Sumsel
Imron (Laki-laki) warga jalan Enggano, Kelurahan Pasar Bintuan, Bengkulu Selatan
Rosita (50 tahun) (perempuan)
Feri I (46) (laki-laki) warga Kecamatan Batu Samban, Bengkulu (sopir bus)
Dwi Sunarto (56) (laki-laki) warga Bengkulu Tengah
Rayhan Gani (3) (laki-laki) warga Ulu Musi, Empat Lawang, Sumsel
Kristina (52) (perempuan) warga Desa Bukit, Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah
Raisa (5) (perempuan) warga Palembang
Belum teridentifikasi (Perempuan)
(Lia/sumber:cnnindonesia)