press enter to search

Selasa, 29/09/2020 20:55 WIB

Gara-Gara Ditolak Ferrari, Maka Lahirlah Lamborghini.

Redaksi | Minggu, 29/12/2019 14:38 WIB
Gara-Gara Ditolak Ferrari, Maka Lahirlah Lamborghini.

Awalnya Ferrucio Lamborghini adalah pengusaha mekanik yang memproduksi traktor

awalnya adalah pengusaha traktor via www.thevintagenews.com

 

Bagi yang belum tahu, Lamborghini awalnya adalah produsen traktor dan alat-alat pertanian lho. Saat itu Ferrucio yang terlahir sebagai anak petani anggur, Lamborghini diminta sang ayah untuk membuatkan traktor. Ternyata produk itu disukai oleh teman-teman ayahnya, dan mulai banyak yang memesan traktor buatan Lamborghini. Usahanya ini membuat Ferrucio menjadi orang kaya. Selayaknya orang-orang kaya lainnya, Ferrucio juga hobi mengoleksi mobil-mobil sport mewah dan sesekali bahkan mengikuti balapan dengan mobil-mobil koleksinya, termasuk seri-seri dari Ferrari.

Lamborghini mengemukakan masukan kepada Enzo Ferrari, tetapi malah disuruh fokus mengurus traktor dan mekanik saja

Enzo Ferrari via fastnlow.net

Pengetahuannya sebagai mekanik, Ferrucio mengetahui ada yang “kurang sempurna” dari dua seri Ferrari yang dipakainya dan menurutnya hal itu perlu diperbaiki lagi. Karenanya, Ferrucio menemui Enzo Ferrari sang founder Ferrari untuk mengemukakan masukannya. Sayangnya, masukan dari Ferrucio tidak diterima dengan baik oleh Ferrari. Ferrucio dianggap sebagai mekanik traktor dan petani yang tidak tahu apa-apa soal mobil mewah, ataupun mobil secara general.

Kesal karena dihina oleh pemilik mobil sport mewah, Ferrucio pun memutuskan untuk membuat mobilnya sendiri

mobil pertama Lamborghini via en.wheelsage.org

 

Penolakan Enzo Ferrari yang menyakiti hati Ferrucio inilah yang memulai rivalitas antara Ferrari dan Lamborghini. Ferrucio yang awalnya menjadikan mobil-mobil mewah sebagai hobi, mulai menjadikannya passion. Ferrucio mengakui bahwa dirinya adalah petani, dan berkata bahwa petani itu akan menunjukkan kepada Ferrari mobil mewah yang sebenarnya.
 

Saat itu membuat tandingan atas kesuksesan Ferrari dituduh halu. Tapi terbukti bahwa Ferrucio Lamborghini ternyata mampu

menjadi saingan sejati via steemit.com

Di era tahun 60-an, Ferrari merupakan mobil mewah nomor satu di dunia. Enzo Ferrari juga merupakan sosok paling berpengaruh dan kaya raya di industri mobil mewah. Karenanya, banyak yang menuduh Ferrucio halu karena berani menantang Ferrari sedemikian rupa. Akan tetapi, Ferrucio tetap maju terus, dan ia tidak pernah menjalankan usahanya main-main.

Sama seperti ketika ia mengembangkan perusahaan traktornya yang dilakukan sepenuh hati, Ferrucio juga mengembangkan Automobili Lamborghini sepenuh hati. Ferrucio sangat serius dan tidak mengenal usaha setengah-setengah. Terbukti, dia yang dibilang halu, ternyata memang mampu. Meski kini Lamborghini di bawah kepemilikan Audy, namun Lamborghini dan Ferrari tetap dikenal dengan rivalitasnya yang sejati.

Sakit hati ternyata nggak selalu berarti buruk. Terutama bila luka itu justru memotivasi untuk melakukan sesuatu yang istimewa

sakit hati bisa jadi motivasi via www.thevintagenews.com

Kita mungkin sering dinasihati untuk tidak mudah sakit hati. Kalau dilukai oleh orang lain, balas dengan senyum saja. Karena kelak Tuhan yang akan membalas sakit hati kalian. Tapi dari kisah Lamorghini ini, rasa-rasanya sakit hati bukan melulu jadi hal yang negatif. Asalkan rasa sakit itu bukan dijadikan alasan untuk mundur perlahan, melainkan justru untuk melaju dengan kencang. Karena terkadang, sakit hati ini bisa menjadi bahan bakar paling efektif untuk memacu semangat dan melakukan banyak hal yang sebelumnya terasa mustahil.

Balas dendam paling elegan adalah dengan membuktikan kebalikan dari hinaan yang diterima

balas dendam dengan elegan via en.wheelsage.org

Sakit hati saja saat diremehkan, tanpa berbuat apa-apa tentu akan jadi hal yang sia-sia. Karenanya, daripada memendam luka dan balas dendam yang hanya menggerus dari dalam, kenapa tidak balas dendam dengan cara yang paling elegan? Yaitu dengan cara membuktikan bahwa kamu tidak seperti yang dikatakan orang dengan nada meremehkan itu. Buktikan bahwa kamu keren dengan prestasi-prestasi dan hal-hal baik yang bisa kamu lakukan. Itu adalah balas dendam dalam senyap yang efeknya jauh lebih dahsyat.

Seandainya dulu Ferrari sudah sempurna, atau Ferrucio langsung berkecil hati saat dibilang tidak paham mobil, mungkin Lamborghini mobil mewah itu tidak akan pernah ada. Kisah ini membuktikan bahwa usaha yang serius dan tekad yang gigih tidak akan mengkhianati hasil. Sedang sakit hati atas penolakan ataupun disepelekan, bisa menjadi pendorong untuk meningkatkan prestasi. Kan keren kalau balas dendamnya dengan prestasi begini~ (ny/Sumber : hipwee.com)