press enter to search

Minggu, 25/10/2020 20:25 WIB

Pria WNI Dihukum Seumur Hidup atas Kasus Pemerkosaan Terbesar dalam Sejarah Inggris

Redaksi | Senin, 06/01/2020 22:05 WIB
Pria WNI Dihukum Seumur Hidup atas Kasus Pemerkosaan Terbesar dalam Sejarah Inggris Reynhard Sinaga. (Foto: CPS)

LONDON (Aksi.id) - Pengadilan Manchester, Inggris pada Senin (6/1) menjatuhi hukuman penjara seumur hidup kepada warga negara Indonesia, RS. Dia dinyatakan bersalah atas kasus perkosaan dan pelecehan seksual dengan proses hukum minimal 30 tahun masa hukuman sebelum diperbolehkan mengajukan pengampunan.

Hakim Suzanne Goddard menggambarkan RS sebagai sosok predator dalam kasus perkosaan `terbesar` dalam sejarah Inggris. RS dinyatakan bersalah atas kasus yang dilakukannya sejak 1 Januari 2015 hingga 2 Juni 2017. Pihak kepolisian mengatakan pria 36 tahun itu telah melakukan pelecehan seksual terhadap 195 laki-laki dalam 2,5 tahun.

Dia terbukti melakukan pelecehan terhadap 195 korban, termasuk 136 korban diperkosa di apartemennya di pusat kota Manchester.

Kendati demikian, sejak awal persidangan RS berkeras hubungan seksual yang dilakukan atas dasar suka sama suka. Ia mengklaim para korban menikmati fantasi seksual yang dilakukan di tempat tinggalnya.

Pengakuan korban berbanding terbaik dengan ucapan RS. Sekitar 70 korban yang menjadi korbannya mengaku menjadi korban perkosaan setelah dibawa ke apartemennya dan meminum minuman alkohol yang telah diberi obat bius.
Dalam sidang vonis, Jaksa Penutun lan Simkin mengatakan korban perkosaan mengalami trauma mendalam dan sebagian mencoba bunuh diri.

"Saya berada di titik di mana saya merasa hidup terasa sangat buruk. Kejadian ini mungkin mimpi terburuk yang menjadi kenyataan dalam hidup saya," ujar seorang korban dalam pernyataan yang dibacakan disela sidang.

Dilansir The Guardian, Reynhard diketahui memerkosa beberapa kali sejumlah korbannya dan memfilmkan menggunakan dua ponsel selulernya. Kepolisian Manchester Raya menyatakan, 48 korban dari empat persidangan terpisah, berusia antara 17 tahun sampai 36 tahun.

Mahasiswa itu sudah menjalani 88 hukuman seumur hidup serta minimal 20 tahun penjara sebelum mendapat pertimbangan pembebasan bersyarat dalam dua persidangan pada 2018 dan 2019. Kasus ini terkait dengan 25 korban.

Sementara untuk sidang terbaru ini, dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup terkait dengan 23 korban lainnya. Dengan demikian, dia sudah menjalani sidang untuk 48 korban yang kesemuanya laki-laki.

Reynhard pindah ke Inggris pada 2007 di usia 24 tahun. Sebagian besar korbannya merupakan mahasiswa berusia belasan atau di awal 20 tahunan.

Pengadilan mengungkap, Reynhard memiliki formula khusus untuk bisa menjerat korbannya dari kelab malam. Dia selalu berhasil merayu para pria setelah mereka keluar dari kelab.

Reynhard berangkat setelah tengah malam dan menunggu di luar klub di Manchester, biasanya Factory atau Fifth. Dia lalu membidik para heteroseksual yang diusir oleh penjaga kelab atau tak punya teman kencan. Semua korbannya dibawa dalam keadaan mabuk.

Setelah menangkap, kepolisian Greater Manchester menemukan rekaman pada dua ponsel iPhone yang memperlihatkan bagaimana pelaku memerkosa sejumlah pemuda dalam kondisi pingsan.

Kepolisian Greater Manchester menemukan video berkapasitas 3,29 TB setara dengan 250 DVD atau 300.000 foto, menggambarkan pemerkosaan yang dalam dalam satu kasus durasinya bisa mencapai 8 jam.

(ds/sumber CNN)