press enter to search

Kamis, 30/01/2020 03:05 WIB

Pengembangan Bandara Dewadaru Ditarget Rampung Tahun 2022

Dahlia | Sabtu, 11/01/2020 22:45 WIB
Pengembangan Bandara Dewadaru Ditarget Rampung Tahun 2022 Foto: istimewa

KARIMUNJAWA (aksi.id) – Dalam upaya mendorong aksesibilitas transportasi menuju Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah sebagai destinasi wisata yang sangat diminati wisatawan baik domestik maupun mancanegara, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menargetkan dilaksanakan pengembangan.

Nantinya pengembangan Bandara Dewadaru ditargetkan selesai di tahun 2022. Untuk landassn Bandara Dewadaru ini diperlukan anggaran Rp20-30 milyar, sedangkan untuk terminal pihaknya akan menyiapkan anggaran sebesar Rp30-40 milyar.

“Sekarang ini panjang runway 1.200 meter. Akan kita buat menjadi 1.600 meter, bahkan 1.700 meter supaya pesawat baling-baling sejenis ATR-72 bisa mendarat dengan kapasitas penuh,” ujar Menhub di Bandara Dewadaru, Sabtu (11/1/2020).

Sedangkan terminal penumpang sekarang ini tidak sampai 1.000 meter persegi akan dibangun 2.000 meter persegi hingga 2.800 meter persegi.

Terkait dengan hal tersebut untuk pengerjaan perpanjangan runway dan pembangunan gedung terminal akan diusulkan dalam anggaran tahun 2021.

Disampaikan Menhub dengan adanya perpanjangan landasan nantinya akan dapat menambah frekuensi penerbangan dari dan menuju Pulau Karimunjawa.

Saat ini hanya terdapat satu maskapai Wings Air yang melayani secara reguler tiga kali dalam seminggu dimana tingkat keterisian penumpangnya sudah 100 persen.

Ditambahkan Menhub saat ini dengan panjang landasan yang ada yaitu 1.200 meter, pesawat ATR-72 dari maskapai Wings Air tidak dapat mengangkut penumpang dengan kapasitas maksimal demi pemenuhan aspek keselamatan.

“Nanti pada saat bandara ini runwaynya 1.600 meter kita akan tingkatkan pergerakan dari pesawat-pesawat terutama dari Semarang,” katanya.

Selain menambah kapasitas, Menhub mengatakan, membuka kesempatan untuk adanya penambahan rute baru di Bandara tersebut.

“Misalnya bisa dari Bandara Kulonprogo ke Karimunjawa. Ini akan jadi kombinasi pariwisata yang baik dengan Borobudur,” ungkap Menhub.

Saat ini Bandara Dewadaru memiliki runway berukuran 1.200 x 30 meter dimana secara fisik bandara ini telah memiliki runway 1.400 x 30 meter dimana saat ini masih menunggu verifikasi.

Sedangkan untuk taxiway berukuran 62 x 15 meter, dan apron berukuran 91 x 50 meter yang dapat melayani pesawat sejenis ATR-72. Luas terminal penumpang Bandara Dewadaru saat ini baru 220 meter persegi.

Selain mengembangkan bandara, Menhub menyebut juga akan mengembangkan angkutan darat dan laut di Pulau Karimunjawa.

“Secara khusus untuk angkutan darat Menhub akan membuka peluang swasta dengan menerapkan skema “buy the service”. Saya minta kepada Pemda setempat untuk memetakan rute bus yang nantinya akan melayani,” ungkap dia.

Terkait angkutan laut, diakui Menhub saat ini pelayanannya di Pulau Karimunjawa sudah cukup baik. Sudah ada tiga operator yang melayani penyeberangan dari dan ke Pulau Karimunjawa yaitu Pelni, ASDP, dan operator swasta secara komersial.

Turut mendampingi Menhub dalam kunjungan kerja ini Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti, Direktur Bandar Udara Praminto Hadi, Kepala Bandara Dewadaru Yoga Komala, dan sejumlah pejabat terkait lainnya. (omy)