press enter to search

Kamis, 30/01/2020 04:01 WIB

Turis Ikut Menari di Parade Seni Jawa Barat Bandara Soekarno-Hatta

| Minggu, 12/01/2020 08:52 WIB
Turis Ikut Menari di Parade Seni Jawa Barat Bandara Soekarno-Hatta

 

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Parade seni dan budaya Jawa Barat meledakkan kehebihan tersendiri di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Parade dengan puluhan penari itu membuat takjub turis mancanegara. Dengan diiringi tetabuhan Sunsa, yang dinamis, penari memperlihatkan gerakan-gerakan atraktif, unik dan indah

Apalagi parade itu juga mempertontonkan iringan pengantin Sunda dengan pakaian pernikahan adat khas Parahyangan.

Kerennya lagi ada cucuk lampah di depan iringin pengantin. Prosesi cucuk lampah atau pembuka jalan ini memiliki maksud sebagai prosesi penolak bala atau bencana untuk mengusir semua bentuk gangguan dalam wujud apa pun, terutama roh jahat yang dapat mengganggu jalannya penyelenggaraan pahargyan atau resepsi. Prosesi ini dilakukan di sepanjang jalur yang akan dilalui oleh pengantin. 

Cucuk lampah harus banyak menguasai tarian sekaligus pandai menghibur dengan adegan peran yang lucu.

Penampilan itu sontak menarik sejumlah turis untuk ikut menari. Dengan sentum dan tawa, turis itu mencoba meniru gerakan penari.

"Sangat cocok untuk turis yang datang ke Jakarta. Kami amat menikmatinya," tutur soerang bule, yang baru mendarat di bandara kelolaan PT Angkasa Pura II itu.

 

Manajemen PT Angkasa Pura II (Persero) terus mengoptimalkan peran Bandara Soekarno-Hatta sebagai Pintu Gerbang Utama Indonesia, atau The Gate of Indonesia. Konsep besarnya sendiri adalah Bandara Sebagai Pusat Seni dan Budaya Indonesia (Airport as Art, Culture and Tourism Hub)

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan Bandara Soekarno-Hatta mulai tahun ini dikembangkan dengan semangat untuk mengharumkan nama Indonesia di dunia.

“Salah satunya menjadikan Soekarno-Hatta sebagai tempat untuk memperkenalkan berbagai nuansa seni dan budaya Nusantara, serta ikon yang dimiliki di sejumlah daerah. Kami berharap masyarakat dapat semakin mencintai Tanah Air dan dunia internasional semakin mengetahui kekayaan seni dan budaya Indonesia,” cetus Awaluddin.

Di dalam memperkenalkan seni dan budaya Nusantara di Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II memilih cara yang menarik yakni dengan mendesain sejumlah spot instagrammable di Terminal 3, di samping juga menampilkan berbagai pertunjukan parade seni budaya langsung di gedung terminal.

“Kami tidak sekedar membuat spot foto namun harus memenuhi persyaratan yaitu harus instagrammable, harus identifiable atau mudah dikenali, dan harus memorable. Ini cara alternatif dalam memperkenalkan seni dan budaya Nusantara kepada masyarakat luas,” ungkap Muhammad Awaluddin.

Di samping spot instagrammable seni dan budaya Nusantara, di Soekarno-Hatta juga terdapat berbagai spot lain yang instagrammble di Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal 3.

“PT Angkasa Pura II di setiap bandara yang dikelola, termasuk Soekarno-Hatta, membuat spot foto instagrammable guna memberikan travel experience yang menarik bagi traveler sehingga aura bahagia yang diwujudkan dengan hassle free, stress free dan confusing free dapat terasa di bandara,” ujar Muhammad Awaluddin. (awe).