press enter to search

Senin, 17/02/2020 19:14 WIB

Penderita Wabah Virus Misterius Bertambah 17 Orang, Warga ke China Diimbau Hindari Pasar Ikan

Redaksi | Minggu, 19/01/2020 19:33 WIB
Penderita Wabah Virus Misterius Bertambah 17 Orang, Warga ke China Diimbau Hindari Pasar Ikan Virus misterius dari China. (ist)

WUHAN (Aksi.id) - Jumlah penderita wabah virus misterius di Wuhan, China, bertambah 17 orang. Hingga kini dua orang penderita virus penyebab pneumonia ini meninggal dunia, beberapa dalam keadaan kritis.

Diberitakan Reuters, Minggu (19/1), dari 17 orang penderita baru, tiga di antaranya dalam kondisi parah, dua dari mereka terlalu kritis sehingga sulit untuk dipindahkan. Rentang usia mereka antara 30 hingga 79 tahun.

Menurut data pemerintah Wuhan, sejak awal Desember 2019 telah ada 65 orang terinfeksi virus tersebut. Delapan pasien dalam kondisi sakit berat, 19 berhasil sembuh dan telah dipulangkan dari rumah sakit. Para pasien ditempatkan di ruang isolasi selama perawatan berlangsung.

Dua orang meninggal dunia, salah satunya pria berusia 69 tahun. Penyakit yang disebabkan oleh coronavirus strain baru ini memicu tuberkulosis dan merusak fungsi organ-organ dalam pada pasien meninggal.

Tiga kasus juga dilaporkan terjadi di luar negeri, yakni dua di Thailand dan satu di Jepang.

Belum dikenali strain coronavirus di Wuhan. Namun virus sejenis pernah menyebabkan wabah SARS pada 2002-2003 yang menewaskan 650 orang di China.

Dalam paper yang dirilis MRC Centre for Global Infectious Disease Analysis di London, Inggris, Jumat lalu, penderita penyakit ini di Wuhan diperkirakan hampir mencapai 1.700 orang, jauh dari angka resmi pemerintah China.

Diduga penyakit ini tersebar dari pasar ikan Wuhan, sehingga warga dimintai menjauhinya. Kementerian Kesehatan Indonesia juga telah mengimbau WNI di China untuk menjauhi pasar ikan. WNI juga diminta segera ke rumah sakit jika mendapat gejala demam, batuk, dan sukar bernafas.

Penyakit pernapasan misterius yang mewabah di Wuhan, China, telah menyebar ke Thailand dan Jepang. Otoritas masing-masing negara mengonfirmasi, virus itu dibawa turis yang baru saja mengunjungi Wuhan.

Penyebaran penyakit yang didalangi coronavirus ini terhitung cepat. Warga Wuhan pertama kali terinfeksi virus pada 12 Desember 2019. Tak sampai sebulan, WHO mengonfirmasi kasus lain muncul di Thailand pada 8 Januari 2020. Seminggu kemudian, giliran Jepang melaporkan penyebaran coronavirus juga telah sampai di negaranya.

Berdasarkan pernyataan dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), WHO sampai saat ini tidak melakukan pembatasan perjalanan ke China. Namun demikian, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan meminta kepada seluruh masyarakat yang bepergian ke China untuk memperhatikan beberapa hal berikut.
- Menghindari berkunjung ke pasar ikan atau tempat penjualan hewan hidup.
- Jika dalam perjalanan merasa berinteraksi dengan orang dengan gejala demam, batuk, dan susah bernafas atau jatuh sakit dengan gejala serupa, agar segera berobat menuju fasilitas kesehatan terdekat. (ds/sumber kumparan)