press enter to search

Senin, 28/09/2020 10:50 WIB

Heboh Lagi Video Sunda Empire, Raden Rangga: Tujuan Kami Menguasai Dunia

Redaksi | Minggu, 19/01/2020 21:09 WIB
Heboh Lagi Video Sunda Empire, Raden Rangga: Tujuan Kami Menguasai Dunia Pemimpin Sunda Empire Raden Rangga alias HRH Rangga. (ist)

BANDUNG (Aksi.id) - Sunda Empire kembali menggegerkan khalayak, dengan mengunggah video baru berisi pernyataan bombastis pemimpin mereka, Raden Rangga alias HRH Rangga. Pada video berdurasi 1 menit 35 detik itu Rangga berceloteh banyak hal termasuk mengklaim mampu menghentikan senjata nuklir.

Dalam video berjudul Harapan Petinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sasana yang diunggah tanggal 18 januari 2020 itu, Raden Rangga menegaskan tujuan kelompoknya menguasai dunia.

“Ini  berkaitan dengan persoalan manusia mengikuti sistem internasional, yaitu sistem Sunda Empire. Proses tatanan bagi keseluruhan itu mewujudkan apa yang ditentukan Allah yang maha kuasa,” kata Rangga Sasana.

Dia mengklaim, Sunda Empire tak merugikan masyarakat. Juga tak mengganggu stabilitas nasional. “Justru Sunda Empire melahirkan tatanan bumi yang menyelamatkan atas keselamatan bumi dan umat keseluruhan,” celotehnya.

Rangga lantas melemparkan klaimnya, “Saya bilang yang bisa hentikan nuklir tidak diledakkan adalah Sunda Empire,” klaimnya. Satu warganet memberikan pernyataan lucu pada kolom komentar Facebook Raden Rangga tersebut.

"Om katanya anggota NATO yah? Mana tank sama pesawat tempurnya yang punya Sunda empayer?" Pertanyaan itu lantas dijawab, "Ada belum tiba. Barusan mewujudkan empire Sunda terakhir. Pasti semua panasaran , sabar ya."

Tak Aneh

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI Hilmar Farid mengatakan, tidak ada yang aneh atas kemunculan kerajaan-kerajaan baru.

"Menurut saya tidak ada yang aneh. Dari waktu ke waktu terus bermunculan. Kalau kita lihat, sejak 1970-an, kerajaan-kerajaan seperti itu bermunculan," ujar Hilmar di Jakarta, Minggu (19/1/2020).

Kemunculan kerajaan-kerajaan baru tersebut, merupakan bentuk ekspresi dari masyarakat yang mengidentifikasi diri dengan kejayaan masa lalu.

"Tidak ada yang aneh. Cara mengekspresikan bermacam-macam," kata dia. Menurut dia, hal itu baru menjadi masalah kalau mengumpulkan massa, mengumpulkan dana, hingga membentuk tentara. Menurut dia, hal itu merupakan urusan kepolisian.

Hilmar juga menganggap kemunculan kerajaan-kerajaan baru tersebut, sebagai soal kedalaman pengetahuan. Seberapa jauh yang bersangkutan mempelajari sejarah, diramu menjadi hal baru.

"Kalau dari sisi saya, saya tidak menganggap hal itu sebagai masalah kebudayaan. Baru menjadi masalah, ketika memobilisasi massa, mengumpulkan dana atau membentuk tentara."

Sejumlah kerajaan baru bermunculan di Tanah Air, seperti Keraton Djipang di Blora, Keraton Agung Sejagat di Purworejo, hingga Sunda Empire di Jawa Barat. (ds/sumber suara.com)