press enter to search

Senin, 17/02/2020 20:16 WIB

Sudah Sering Membegal, 14 Pelajar Anggota Geng Motor di Denpasar Diciduk Polisi

Redaksi | Jum'at, 24/01/2020 16:25 WIB
Sudah Sering Membegal, 14 Pelajar Anggota Geng Motor di Denpasar Diciduk Polisi Begal pelajar. (ist)

DENPASAR (Aksi.id) - Polisi mengamankan 14 pelajar di bawah umur karena melakukan aksi begal di Denpasar, Bali. Para remaja ini berinsial IGKMP (17), DPP (17), MRS (16), IGKD (16), RPS (16), KAB (15), IGYP (15), GM (15), SAS (15), JDKP (14) KA (14) IGM (14) WPP (14), KBM (13).

Mereka mengatasnamakan kelompok geng motor `Donki`. Kelompok ini dikabarkan kerap berbuat onar di jalan raya di Kawasan Kota Denpasar.

"Di mana dalam kelompok ini adalah mayoritas adalah pelajar yang di bawah umur. Tersangka yang kita amankan ada sebanyak 14. Ini semua pelajar," kata Kapolresta Denpasar, Kombes Ruddi Setiawan, di Mapolresta Denpasar, Jumat (24/1).

Dia menyebut kelompok ini melakukan tindak pidana pencurian dan kekerasan. Mereka diamankan pada Senin (20/1) sekitar pukul 22:00 WITA saat berkumpul-kumpul di kawasan Kesambi, Denpasar.

5 Kali Lancarkan Aksi Begal

Mereka telah melakukan aksi begal sedikitnya lima kali dan meraup uang sebesar Rp35 juta. Setiap aksi para remaja ini mengantongi sekitar Rp750 ribu per orang. Uangnya dipakai untuk membeli minuman alhokol.

"Uang tersebut dibagi-bagikan bersama kelompoknya tersebut. Ada dibelikan minuman keras," ujar Ruddi.

Para remaja ini ditangkap atas laporan warga yang resah dan menjadi korban. Saat melakukan aksinya para remaja ini berboncengan, memepet korbannya kemudian menghadangnya dan merampas barang korban.

"Ada 8 sepeda motor yang sudah Kita amankan. Jadi masing-masing sepeda motor ada dua penumpang. Nanti ada yang menjadi spesialisas untuk menghadang, mendekati korbannya dan mengambil hanphonenya dan sisanya mengawasi. Ada korban yang dipukul juga," ujarnya.

Selain itu, komplotan ini menarget korbannya yang setara dengan mereka yang tidak berbadan besar. "Menurut pengakuannya kalau ada perlawanan (mereka) bisa melakukan perlawanan," ujar Ruddi. (ds/sumber merdeka)